Skripsi
Hubungan dimensi bernalar kritis dengan keterampilan berpikir kreatif siswa SD dalam pelaksanaan P5 di gugus 2 kota Batu / Yuliana Tri Indarti
Abstrak
Di era digital abad ke-21 keterampilan kreatif dan berpikir kritis sangat penting bagi pelajar Pancasila untuk beradaptasi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan negara sejalan dengan visi pendidikan Indonesia. Penguatan profil Pelajar Pancasila dalam dimensi kreativitas dan berpikir kritis diperlukan agar siswa dapat bersaing dengan baik. Pembelajaran berbasis proyek seperti P5 sangat penting untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa mempersiapkan mereka menghadapi masalah di lingkungan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dimensi bernalar kritis dan keterampilan berpikir kreatif siswa di Gugus 2 Kota Batu. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui hubungan dimensi bernalar kritis dengan keterampilan bepikir kreatif dalam pelaksanaan P5. Penelitian ini menggunakan pendekatan dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV dan V di gugus 2 Kota Batu tahun ajaran 2024/2025. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 128 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling. Analisis data dilakukan secara kuantitaif deskkripsi dan analisis inferensial. Penelitian ini menunjukkan bahwa dimensi bernalar kritis siswa di Gugus 2 Kota Batu berada pada kategori sedang dengan keterampilan yang cukup baik dalam pelaksanaan P5 terutama pada indikator rasa ingin tahu memperoleh informasi dan refleksi pemikiran. Meskipun demikian terdapat beberapa indikator yang masih memerlukan peningkatan seperti menganalisis informasi mengevaluasi argumen dan membuat keputusan berdasarkan fakta. Keterampilan berpikir kreatif siswa juga berada pada kategori sedang dengan kemampuan menghasilkan produk orisinal selama kegiatan P5 seperti buku menu dan penampilan drama. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa siswa mampu melihat masalah dari berbagai sudut pandang menghasilkan ide baru dan mengembangkan solusi meskipun indikator fluency masih perlu ditingkatkan. Analisis korelasi menggunakan Spearman-Rank menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dimensi bernalar kritis dan keterampilan berpikir kreatif siswa dengan nilai signifikansi 0 001. Temuan ini mendukung hipotesis bahwa kedua keterampilan tersebut saling terkait dan penting dalam pembentukan kompetensi holistik siswa. Oleh karena itu pengembangan dimensi bernalar kritis dalam pelaksanaan P5 di SD sangat penting untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa.