Disertasi
Strategi berpikir kritis dalam menulis argumentasi siswa SMA / Galih Kusumo
Abstrak
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengaji strategi berpikir krtis dalam menulis argumentasi siswa SMA. Secara lebih rinci penelitian ini mengaji (1) strategi kognitif berpikir kritis dalam menulis argumentasi siswa SMA (2) strategi metakognitif berpikir kritis dalam menulis argumentasi siswa SMA dan (3) Strategi disposisi berpikir kritis dalam menulis argumentasi siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian ini ada tiga yaitu (1) data yang berupa gagasan yang terdapat dalam kalimat gugus kalimat paragraf gugus paragraf dan teks utuh dari tulisan argumentasi (2) pemikiran siswa atas pengendalian pemikirannya saat menulis argumentasi (3) hasil wawancara tentang persepsi siswa terhadap kemampuan disposisinya. Sumber data penelitian yang ditentukan adalah siswa SMAN I Wonosari Kabupaten Gunung Kidul. Pengumpulan data dilakukan melalui penugasan dan wawancara mendalam dengan menggunakan panduan penugasan mahasiswa dan panduan wawancara. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan pereduksian pemaparan pemverifikasian serta penyimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi berpikir kritis dalam menulis argumentasi siswa SMA dapat ditampilkan dalam bentuk strategi kognitif strategi metakognitif dan strategi disposisi. Strategi kognitif berpikir kritis terbagi atas interpretasi analisis inferensi dan evaluasi. Interpretasi diwujudkan melalui sudut pandang penulis dan pembentukan definisi. Posisi penulis dinyatakan dalam pertentangan dan dukungan. Analisis diwujudkan melalui komponen argumen dan struktur argumen. Komponen argumen dinyatakan dalam premis dan kesimpulan. Struktur argumen dinyatakan dalam argumen sederhana dan argumen kompleks. Inferensi diwujudkan melalui deduktif dan induktif. Deduktif dinyatakan melalui pola umum argumen berantai modus ponen dan modus tollens. Induktif dinyatakan melalui pola umum generalisasi dan kausal. Evaluasi diwujudkan melalui akurasi dan kebenaran logis. Akurasi dinyatakan melalui kebenaran premis. Kebenaran logis dinyatakan melalui valid dan kuat. Strategi metakognitif berpikir kritis terbagi atas perencanaan pemonitoran dan evaluasi. Perencanaan diwujudkan melalui pemahaman tugas penentuan tujuan pemilihan strategi dan pengaturan waktu. Pemahaman tugas dinyatakan dalam membaca dan bertanya kepada orang lain. Penentuan tujuan dinyatakan dalam tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek pemilihan strategi dinyatakan dalam pengalaman sebelumnya dan alasan masuk akal. Pemonitoran diwujudkan melalui pemantauan diri dan kontrol. Pemantauan diri diwujudkan dalam permasalahan dan kemudahan. Kontrol diwujudkan dalam retrieval dan encoding. Evaluasi diwujudkan melalui ketercapaian tujuan penilaian produk dan efisiensi pelaksanaan tugas. Penilaian produk dinyatakan dalam kualitas produk yang dihasilkan. Efisiensi strategi dinyatakan dalam efektifitas strategi dan pengelolaan waktu. Strategi disposisi berpikir kritis terbagi atas menunjukkan kebenaran menunjukkan kejujuran dan menunjukkan kepedulian pada orang lain. Menunjukkan kebenaran diwujudkan melalui menerima berbagai alternatif mendapat informasi yang baik mendukung suatu posisi berdasarkan alasan yang benar. Menerima berbagai alternatif dinyatakan dalam beragam viii pandangan dan beragam sumber. Mendapat informasi yang baik dinyatakan dalam menerima informasi dari berbagai sumber. Mendukung suatu posisi diwujudkan melalui alasan yang objektif. Menunjukkan kejujuran dinyatakan dengan tidak memutarbalikkan fakta dan tidak menghilangkan informasi yang relevan. Tidak memutarbalikkan fakta dinyatakan dengan menghindari mengubah isi informasi. Tidak menghilangkan informasi yang relevan dinyatakan dengan tidak menghilangkan data penting yang bertentangan. Menunjukkan kepedulian pada orang lain dinyatakan dengan menghagai pendapat orang lain. Memperhatikan perasaan orang lain dinyatakan dengan menghindari kata-kata yang merendahkan memojokkan atau SARA. Memedulikan kesejahteraan orang lain dinyatakan dengan memilih topik permasalahan sosial. Berdasarkan temuan tersebut disimpulkan bahwa siswa SMA mewujudkan argumen melalui proses interpretasi analisis inferensi dan evaluasi merefleksikan regulasi proses kognitif yang dilakukan dengan merencanakan memonitor dan mengevaluasi dan memunculkan motivasi internal yang mendukung proses kognitif melalui disposisi.