Disertasi
Optimalisasi keterampilan pemecahan masalah dalam dimensi pedagogical content knowledge melalui pembelajaran berbasis proyek pada calon guru Sekolah Dasar / Silviana Nur Faizah
Abstrak
Keterampilan Pemecahan Masalah (KPM) merupakan keterampilan utama yang harus diperoleh calon guru Sekolah Dasar (SD) selama pendidikan tinggi yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan instruksional pada dunia kerja. Penelitian ini memiliki tiga tujuan pertama menganalisis kegiatan perkuliahan menggunakan pembelajaran berbasis proyek (PjBL) untuk mengoptimalisasikan KPM dalam dimensi Pedagogical Content Knowledge (PCK). Kedua mengevaluasi pengaruh PjBL terhadap KPM dalam dimensi PCK Ketiga menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi PjBL dalam mengoptimalkan KPM dalam dimensi PCK calon guru SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method embedded design. Subjek penelitian ini adalah calon guru SD yang terdiri dari hingga 46 mahasiswa pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan berbagai instrumen penelitian termasuk pedoman wawancara lembar observasi kuesioner dan tes. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan uji Wilcoxon signed rank test effect size dan N-gain. Data kualitatif dianalisis dengan langkah mengolah dan mempersiapkan data membaca keseluruhan data memberikan coding deskripsi tema serta interpretasi data. Selanjutnya data kuantitatif dan kualitatif diintegrasikan dalam bentuk joint display untuk mengevaluasi optimalisasi KPM dalam dimensi PCK melalui penerapan pembelajaran berbasis proyek. Hasil penelitian pertama menunjukkan bahwa implementasi PjBL pada tahap pertanyaan mendasar mahasiswa dilatih memahami masalah pembelajaran PKn dalam konteks nyata di sekolah. Pada tahap mendesain perencanaan produk dan menyusun jadwal mahasiswa berlatih merancang solusi inovatif untuk mewujudkan pembelajaran PKn yang lebih baik sekaligus mengembangkan keterampilan pedagogis dalam perencanaan pembelajaran. Pada tahap monitoring keaktifan dan pengembangan proyek mahasiswa dilatih keterampilan pemecahan masalah dengan melaksanakan rencana serta mengasah keterampilan pedagogis dalam proses pengajaran. Sementara pada tahap menguji hasil dan evaluasi pengalaman belajar mahasiswa mengembangkan kemampuan meninjau kembali solusi yang telah diterapkan serta melakukan refleksi pedagogis untuk perbaikan pembelajaran di masa depan. Kedua penerapan PjBL terbukti berpengaruh signifikan terhadap KPM calon guru Sekolah Dasar baik secara umum maupun dalam dimensi PCK. Pengukuran menggunakan Problem Solving Inventory (PSI) menunjukkan bahwa PjBL memiliki pengaruh sedang terhadap KPM secara umum dan pengaruh kuat terhadap KPM dalam dimensi PCK. Temuan kuantitatif ini diperkuat oleh data kualitatif yang diperoleh melalui wawancara yang mengungkap bahwa PjBL memberikan pengaruh positif terhadap KPM dalam dimensi PCK didukung oleh berbagai aktivitas pembelajaran antara lain (1) stimulasi berpikir kritis dan kreatif dalam merancang solusi (2) kolaborasi dan kerja kelompok (3) penerapan pembelajaran berbasis masalah nyata (4) perencanaan dan manajemen waktu secara sistematis serta (5) kegiatan pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan. Ketiga faktor utama yang berkontribusi terhadap perkembangan KPM dalam dimensi PCK mahasiswa selama implementasi PjBL meliputi (1) Pembelajaran berbasis masalah nyata (2) Kolaborasi dan kerja sama tim (3) Berpikir kritis dan kreatif (4) Perencanaan dan manajemen waktu yang sistematis (5) Refleksi dan evaluasi (6) Dukungan dan bimbingan dari dosen (7) Ketersediaan sumber daya yang memadai serta (8) Pengalaman langsung di lapangan. Selain itu terdapat faktor penghambat yaitu (1) Distribusi periode pembelajaran yang belum ideal (2) Dinamika kelompok (3) Koordinasi dengan Guru di Sekolah dan (4) Kesiapan Awal Mahasiswa dalam Penerapan PjBL. Sebagai solusi alternatif perlu diberikan pembekalan awal terkait kerja tim manajemen waktu dan konsep PjBL secara utuh serta dibangun sinergi yang lebih erat antara dosen mahasiswa dan guru mitra. Pendampingan reflektif dari dosen secara berkelanjutan juga dibutuhkan untuk menguatkan KPM dalam dimensi PCK mahasiswa. Berdasarkan temuan penelitian ini lembaga pendidikan diharapkan dapat mendukung implementasi PjBL dengan menyediakan sumber daya yang memadai dan meningkatkan peran dosen dalam membimbing mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dengan lebih efektif. Selanjutnya penelitian kedepannya dapat menyelidiki penerapan PjBL pada mata kuliah lain untuk menilai konsistensi dampaknya terhadap KPM dalam dimensi PCK dan menganalisis kontribusinya terhadap berbagai aspek PCK dan ePCK pada calon guru. Pengembangan modul perkuliahan berbasis PjBL juga direkomendasikan untuk mengatasi kendala waktu dan variasi pemahaman mahasiswa.