Skripsi
Identifikasi miskonsepsi siswa kelas xi pada materi kesetimbangan kimia menggunakan instrumen diagnostik five-tier multiple choice test / Ainun Jannah
Abstrak
Instrumen five tier dikembangkan untuk mengidentifikasi kompleksitas miskonsepsi terhadap materi kesetimbangan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa kelas XI SMA Negeri 3 Malang pada materi kesetimbangan kimia menggunakan instrumen diagnostik five-tier multiple choice test. Instrumen ini dikembangkan untuk menggali pemahaman konseptual siswa secara menyeluruh melalui lima tingkatan analisis yang mencakup jawaban alasan tingkat keyakinan terhadap jawaban dan alasan serta sumber informasi yang digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan partisipan sebanyak 71 siswa yang telah mempelajari materi kesetimbangan kimia. Data dikumpulkan melalui tes pendahuluan wawancara terbuka dan tes diagnostik five-tier sebagai instrumen utama. Validitas isi diuji menggunakan indeks Aiken rsquo s V dengan hasil sebesar 0 96 sedangkan reliabilitas diuji melalui analisis Cronbach rsquo s Alpha dan diperoleh nilai sebesar 0 841 0 774 dan 0 924 pada masing-masing A-tier B-tier dan R-tier yang menunjukkan tingkat keandalan yang tinggi. Hasil analisis menunjukkan 31 83% mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi tertinggi ditemukan pada sub materi penerapan kesetimbangan dalam konteks industri dan prinsip Le Chatelier dengan persentase mencapai 59 15%. Tingkat pemahaman tertinggi pada sub materi kesetimbangan homogen dan heterogen yaitu sebesar 73 24%. Identifikasi lebih lanjut menunjukkan bahwa sumber utama miskonsepsi berasal dari pemikiran pribadi siswa (67 64%) diikuti oleh informasi dari media daring teman sebaya dan media sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa miskonsepsi siswa tidak hanya terjadi akibat kurangnya penguasaan konsep tetapi juga dipengaruhi oleh sumber belajar yang tidak tervalidasi. Dengan demikian instrumen diagnostik five-tier terbukti efektif mendeteksi bentuk dan sumber miskonsepsi secara mendalam serta menjadi acuan bagi guru dan pengembang kurikulum untuk merancang strategi pembelajaran kimia yang lebih adaptif kontekstual dan berorientasi pada pemahaman konseptual siswa.