Skripsi
Pengaruh risk-taking propensity dan pendidikan kewirausahaan terhadap niat berwirausaha dan self-efficacy wirausaha sebagai variabel intervening (studi pada mahasiswa perempuan di Universitas Negeri Malang yang telah mengambil mata kuliah kewirausahaan) / HILMIA PERMATA PUTRI
Abstrak
Putri Hilmia Permata. 2025. Entrepreneurial Intentions among Female Students The Mediating Role of Entrepreneurial Self-Efficacy in Risk-Taking Propensity and Entrepreneurial Education. Program S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang Pembimbing Dediek Tri Kurniawan S.E. M.M. Kata Kunci Risk-Taking Propensity Pendidikan Kewirausahaan Self-Efficacy Wirausaha Niat Berwirausaha Mahasiswa Perempuan. . Mahasiswa perempuan memiliki potensi yang kuat dalam bidang kewirausahaan namun demikian tingkat niat berwirausaha mereka masih tergolong rendah meskipun telah menerima pendidikan kewirausahaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji hubungan antara risk-taking propensity dan pendidikan kewirausahaan terhadap niat berwirausaha dengan self-efficacy wirausaha sebagai variabel intervening. Penelitian dilaksanakan pada mahasiswa perempuan Universitas Negeri Malang dengan jumlah populasi sebanyak 23.590 orang dan sampel sebanyak 200 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik analisis data menggunakan metode SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risk-taking propensity memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap self-efficacy wirausaha maupun niat berwirausaha. Sebaliknya pendidikan kewirausahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kedua variabel tersebut. Selain itu self-efficacy wirausaha berperan sebagai mediator antara risk-taking propensity dan niat berwirausaha namun tidak memediasi hubungan antara pendidikan kewirausahaan dan niat berwirausaha. Temuan ini menegaskan bahwa faktor internal seperti karakter kepribadian dan kesiapan psikologis memainkan peran yang lebih penting dalam membentuk niat berwirausaha dibandingkan intervensi pendidikan formal. Oleh karena itu pendidikan kewirausahaan perlu mengintegrasikan pembelajaran berbasis pengalaman dan strategi pengembangan karakter guna meningkatkan efektivitasnya.