Skripsi
Pengaruh kesiapan pedagogik dan self-efficacy terhadap kesiapan mengajar kendaraan listrik pada calon guru pendidikan teknik otomotif / MOHAMAD ISA ANSHORI
Abstrak
Perkembangan teknologi kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) secara global mendorong dunia pendidikan khususnya pendidikan vokasi teknik otomotif untuk segera beradaptasi. Di Indonesia lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) seperti Universitas Negeri Malang menghadapi tantangan besar dalam mempersiapkan calon guru yang mampu mengajarkan materi terkait EV. Sayangnya masih terjadi kesenjangan antara harapan kompetensi guru dan kondisi aktual. Kurikulum di banyak institusi belum mengintegrasikan pembelajaran EV secara memadai sementara sarana dan prasarana praktik juga masih terbatas. Selain itu kesiapan mengajar calon guru tidak hanya bergantung pada penguasaan materi tetapi juga ditentukan oleh kesiapan pedagogis dan efikasi diri. Efikasi diri sebagai kepercayaan terhadap kemampuan diri sendiri menjadi sangat penting karena menentukan seberapa yakin calon guru menghadapi tantangan mengajar materi baru yang kompleks seperti kendaraan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh kesiapan pedagogis dan efikasi diri terhadap kesiapan mengajar teknologi EV. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik regresi linier berganda melibatkan 126 mahasiswa semester akhir Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Negeri Malang yang telah mengikuti praktik lapangan dan memiliki paparan terhadap materi EV. Instrumen yang digunakan berupa angket skala Likert lima poin masing-masing terdiri dari 60 item untuk variabel kesiapan pedagogis efikasi diri dan kesiapan mengajar. Prosedur validitas dan reliabilitas dilakukan melalui uji korelasi dan Cronbach rsquo s Alpha yang menunjukkan hasil sangat tinggi semua item valid (corrected item-total correlation gt 0.3) dan reliabel ( alpha gt 0.98 untuk ketiga variabel). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kesiapan pedagogis dan efikasi diri sama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan mengajar kendaraan listrik. Kesiapan pedagogis memiliki pengaruh yang lebih besar ( beta 0.524) diikuti oleh efikasi diri ( beta 0.415). Secara simultan kedua variabel menyumbang sebesar 82.5% terhadap variasi kesiapan mengajar calon guru. Temuan ini memperkuat asumsi teoritis bahwa kesiapan mengajar bukan hanya soal penguasaan materi teknis tetapi juga kemampuan pedagogis dan keyakinan psikologis dalam menjalankan proses belajar-mengajar. Dengan demikian calon guru yang memiliki kesiapan pedagogis tinggi dan efikasi diri yang kuat lebih mampu menyusun rencana pembelajaran berbasis teknologi EV mengelola kelas secara efektif serta menyampaikan materi dengan percaya diri. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dan teoretis dalam pengembangan pendidikan teknik otomotif di era elektrifikasi. Secara praktis hasilnya dapat dijadikan acuan untuk merancang pelatihan guru yang tidak hanya fokus pada aspek teknis tetapi juga mengembangkan dimensi pedagogis dan psikologis. Secara teoretis penelitian ini mengisi kekosongan dalam literatur terkait keterkaitan kesiapan pedagogis efikasi diri dan kesiapan instruksional dalam konteks pembelajaran teknologi baru. Penelitian ini menyarankan agar institusi pendidikan guru memperkuat integrasi kurikulum EV meningkatkan pelatihan berbasis praktik serta menyediakan lingkungan belajar yang mendukung penguatan efikasi diri mahasiswa. Dengan begitu lulusan program pendidikan teknik otomotif diharapkan siap menghadapi tantangan industri otomotif masa depan yang semakin berorientasi pada teknologi bersih dan berkelanjutan.