Skripsi
Pengembangan Modul Ajar Kimia Organik Berbasis Problem-Based Learning (PBL) dengan Pendekatan Science, Environment, Technology, and Society (SETS)
Abstrak
Kimia Organik merupakan salah satu materi Kurikulum Merdeka pada fase F. Kimia Organik merupakan nama materi baru di Kurikulum Merdeka yang awalnya yaitu materi Hidrokarbon. Kurikulum Merdeka menetapkan capaian pembelajaran yang mengharuskan pengembangan keterampilan proses sehingga diperlukan modul ajar yang mengintegrasikan keterampilan tersebut. CP pemahaman kimia juga lebih menekankan pada aplikasi hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari. Materi Kimia Organik dianggap sulit oleh sebagian besar peserta didik karena bersifat abstrak dan kompleks serta sering disampaikan secara teoritis tanpa keterkaitan nyata dengan kehidupan sehari-hari. Padahal topik ini sangat relevan dengan isu global seperti emisi karbon dan pemanasan global. Oleh karena itu diperlukan pendekatan pembelajaran yang kontekstual. Integrasi model Problem-Based Learning (PBL) dinilai penting karena mampu meningkatkan pemahaman konsep melalui keterlibatan aktif peserta didik dalam menyelesaikan masalah nyata sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan sesuai dengan capaian Kurikulum Merdeka. Tujuan dari penelitian adalah untuk merancang modul ajar Kimia Organik berbasis Problem-Based Learning (PBL) dengan pendekatan Science Environment Technology and Society (SETS) yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Modul ini diharapkan dapat memfasilitasi capaian pembelajaran kimia keterampilan proses sains serta dinilai layak dan valid oleh ahli Kimia Organik. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R amp D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap Analyze Design Develop Implement dan Evaluate. Namun penelitian ini dibatasi hingga tahap pengembangan (Development). Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI-1 SMA Negeri 1 Bululawang dengan sampel penelitian sebanyak 33 peserta didik. Hasil penelitian berupa modul ajar pada materi Kimia Organik menggunakan model PBL dengan pendekatan SETS yang terdiri dari RPP bahan ajar dan LKPD. Modul ajar telah divalidasi oleh seorang ahli media dan materi Kimia Organik dan seorang guru SMA dengan hasil rata-rata nilai 97 5% dengan kriteria sangat layak sementara uji keterbacaan dilakukan kepada 33 peserta didik dan mendapatkan rata-rata 92 23% dengan kriteria sangat layak. Berdasarkan hasil penelitian tersebut didapatkan kesimpulan bahwa produk modul ajar pada materi Kimia Organik menggunakan model PBL dengan pendekatan SETS layak digunakan sebagai media pembelajaran di dalam kelas. Namun perlu uji coba lebih lanjut untuk melihat efektivitas bahan ajar ini dalam pembelajaran baik pada kelas kecil maupun pada skala yang lebih besar.