Skripsi
Penciptaan busana signature mangalului dengan teknik bordir dan creative fabric lekapan benang / Maulidiyah
Abstrak
Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman budaya termasuk Suku Batak di Sumatera Utara yang memiliki warisan budaya kuat seperti Rumah Bolon ornamen Gorga dan kain Ulos. Salah satu simbol budaya Batak yang memiliki nilai filosofis tinggi adalah motif Gorga Ulu Paung yang melambangkan kekuatan dan perlindungan. Di sisi lain kain Ulos menjadi simbol kasih sayang dan doa khususnya dalam upacara adat pernikahan. Namun di tengah arus globalisasi budaya lokal semakin terpinggirkan oleh dominasi tren fesyen modern. Untuk itu perlu adanya inovasi dalam desain busana yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai tradisional agar tetap relevan di masa kini. Penelitian ini berjudul ldquo Penciptaan Busana Signature Mangalului dengan Teknik Bordir dan Creative fabric Lekapan Benang rdquo yang bertujuan untuk menciptakan busana kontemporer yang tetap mengangkat identitas budaya Batak. Busana Mangalului memiliki sejumlah keunikan yang membedakannya dari karya busana kontemporer lainnya. Keunikan utama terletak pada konsep filosofi mendalam yang diangkat dari budaya Batak yaitu makna perlindungan yang direpresentasikan secara visual melalui penerapan motif Gorga Ulu Paung. Serta penggunaan creative fabric lekapan benang dalam pola spiral yang diterapkan sebagai representasi perjalanan hidup masyarakat Batak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah practice-led research dengan pendekatan pre-factum. Proses kreatif dimulai dari observasi budaya eksplorasi motif penyusunan moodboard dan storyboard pengembangan desain hingga proses perwujudan busana yang melibatkan teknik bordir komputer dan teknik lekapan benang. Tantangan dalam proses perwujudan seperti pembuatan creative fabric lekapan benang pada kerah bagian bawah diatasi dengan membuat template pola spiral dari kertas yang kemudian dijelujur ke atas kain sebagai panduan pemasangan lekapan benang. Penggunaan template ini dipilih karena bentuk motif yang memiliki lekukan-lekukan rumit sehingga memerlukan ketelitian tinggi dalam pembuatannya. Selain itu motif spiral tersebut diterapkan pada bagian kerah kanan dan kiri yang harus tampak simetris dan seimbang sehingga template sangat membantu menjaga presisi bentuk konsistensi ukuran dan keselarasan visual dengan rancangan awal. Busana Mangalului terdiri atas dua lapisan utama yaitu dress I-line tanpa lengan dan blazer berlengan lonceng. Bordir Gorga Ulu Paung diterapkan pada bagian lengan dan punggung sedangkan creative fabric spiral menghiasi bagian kerah dan lengan. Detail tambahan berupa rompok dan bisban memperkuat struktur dan garis desain busana mencerminkan karakter tegas masyarakat Batak. Palet warna yang digunakan terinspirasi dari warna Gorga yaitu merah maroon hitam kecoklatan dan putih krem dan biru navy yang disesuaikan dengan trend forecasting 2024/2025 bertema ldquo Heritage. rdquo Penggunaan Ulos Sadum dan Ulos Ragi Hotang sebagai bahan utama memperkuat nilai simbolik dan kultural dalam desain. Gaya busana yang diusung adalah exotic dramatic yang menggabungkan elemen tradisional dan modern dengan sasaran pasar usia 20 ndash 40 tahun. Karya ini telah disajikan dalam Trendversity 2024 Heritage International Fashion Exhibition di Graha Cakrawala serta dipublikasikan melalui media sosial dan YouTube. Karya juga telah didaftarkan dalam bentuk Hak Cipta sebagai bentuk perlindungan atas kekayaan intelektual. Secara keseluruhan penciptaan busana Mangalului berhasil menghadirkan karya busana kontemporer yang tidak hanya estetik dan komunikatif secara visual tetapi juga sarat makna budaya. Pencapaian ini tidak hanya memperkaya pengalaman pribadi peneliti sebagai desainer tetapi juga menjadi contoh konkret bahwa inovasi desain berbasis budaya dapat menjadi media pelestarian budaya yang menarik dan relevan dengan masyarakat modern. Karya ini diharapkan mampu menginspirasi desainer lain industri kreatif serta institusi pendidikan untuk terus mengangkat kearifan lokal dalam bentuk busana kontemporer yang inovatif.