Tesis
Implementasi kebijakan transisi PAUD ke SD melalui kolaborasi pembentukan forum komunikasi (studi multi situs pada forum komunikasi transisi PAUD-SD di Kecamatan Karangploso, Lawang, dan Singosari Kabupaten Malang) / Chusnia Andriana
Abstrak
Andriana 2025 Implementasi Kebijakan Transisi PAUD ke SD Melalui Kolaborasi Pembentukan Forum Komunikasi (Studi Multi Situs pada Forum Komunikasi Transisi PAUD-SD di Kecamatan Karangploso Lawang dan Singosari Kabupaten Malang). Tesis Jurusan Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Drs. Burhanuddin M.Ed. Ph.D. (2) Dr. Ahmad Yusuf Sobri S.Sos M.Pd. Kata Kunci Kebijakan transisi PAUD ke SD forum komunikasi kolaborsi keselarasan kurikulum kesiapan anak. Perubahan paradigma dalam pendidikan anak usia dini menekankan pentingnya masa transisi yang menyenangkan holistik dan bebas tekanan akademik. Kebijakan Merdeka Belajar Episode 24 menegaskan bahwa transisi PAUD ke SD perlu difasilitasi melalui penguatan kolaborasi lintas jenjang. Salah satu instrumen kebijakan di Kabupaten Malang adalah pembentukan Forum Komunikasi Transisi PAUD-SD di tingkat kecamatan sebagai jembatan penyamaan persepsi antara guru PAUD guru SD kepala sekolah pengawas sekolah hingga orang tua. Penelitian ini berfokus pada enam aspek utama yaitu (1) profil forum-forum komunikasi transisi PAUD-SD (2) pihak-pihak yang dilibatkan dalam pembentukannya (3) kebijakan transisi PAUD ke SD yang diterapkan di lapangan (4) langkah-langkah forum dalam menciptakan keselarasan kurikulum dan kesiapan anak (5) peran forum dalam mendukung kelancaran transisi dan implementasi kebijakan serta (6) faktor pendukung hambatan dan solusi untuk optimalisasi peran forum. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana forum dibentuk dijalankan dan berdampak terhadap kesiapan transisi anak di Kecamatan Karangploso Lawang dan Singosari. Pendekatan yang digunakan kualitatif dengan rancangan studi multisitus. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara mendalam observasi serta studi dokumentasi dari berbagai informan seperti ketua forum komunikasi transisi PAUD-SD korwil dinas pendidikan kecamatan pengawas TK-SD penilik PAUD kepala PAUD dan SD serta guru PAUD dan guru SD kelas awal pada tiga lokasi penelitian Forum Komunikasi Transisi PAUD-SD Kecamatan Karangploso Lawang dan Singosari. Data dianalisis secara sistematis interaktif yang meliputi pengumpulan data kondensasi data penyajian data dan penarikan kesimpulan analisis data juga dibantu perangkat lunak NVivo untuk memperkuat kategorisasi tema. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik serta pengecekan kredibilitas data di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa forum komunikasi transisi PAUD-SD di tiga kecamatan dibentuk atas dasar regulasi nasional yang di internalisasi pada penerbitan kebijakan daerah melalui arahan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Forum berfungsi sebagai ruang kolaborasi komunikasi dan penyamaan persepsi antarjenjang dalam mendukung transisi menyenangkan. Pihak yang dilibatkan mencakup korwil pengawas kepala sekolah guru PAUD guru SD kelas awal dan organisasi profesi (IGTK HIMPAUDI PKG KKG). Kebijakan yang diterapkan berupa penghapusan tes calistung dalam PPDB pelaksanaan MPLS yang menyenangkan kunjungan timbal balik TK-SD serta penguatan pembelajaran enam pondasi anak berhasil diimplementasikan dengan fokus penerapan yang berbeda di tiap kecamatan. Langkah konkret meliputi trial class workshop FGD lintas jenjang parenting hingga asesmen diagnostik awal. Forum berperan sebagai fasilitator komunikasi pendamping dan penghubung antara kebijakan nasional dan praktik disekolah. Dukungan regulasi antusiasme guru serta kolaborasi multipihak menjadi faktor penggerak. Hambatan seperti miskonsepsi calistung kesenjangan jadwal dan keterbatasan anggaran diatasi melalui solusi digitalisasi forum pemanfaatan dana BOS serta penguatan sinergi lintas lembaga. Sebagai saran diharapkan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang korwil kepala sekolah PAUD-SD serta guru dapat terus memperkuat keberlanjutan forum melalui pertemuan rutin pelatihan lintas jenjang dan parenting terstruktur. Kolaborasi berkesinambungan ini akan memperkuat keselarasan kurikulum PAUD-SD memastikan kesiapan anak secara holistik dan mendukung tujuan kebijakan transisi yang bebas tekanan akademik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan praktis dan kebijakan bagi upaya serupa di wilayah lain serta bahan pengembangan riset lanjutan tentang keberlanjutan forum komunikasi lintas jenjang dalam mendukung transisi PAUD ke SD yang lebih adaptif dan berpihak pada anak.