Skripsi
Implementasi model pembelajaran student team achievment division (STAD) untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa pada kelas x teknik kontruksi dan perumahan SMKN 3 Boyolangu Tulungagung / Wahyu Angga Prastia
Abstrak
RINGKASAN Prastia Wahyu Angga. 2025 mplementasi Model Pembelajaran Student Team Achievment Division (STAD) Untuk Meningkatkan Keaktifan dan Prestasi Belajar Siswa Pada Kelas X Teknik Kontruksi dan Perumahan SMK N 3 Boyolangu Tulungagung Pembimbing Prof. Dr. Isnandar M.T. Kata Kunci pembelajaran STAD keaktifan siswa prestasi belajar teknik konstruksi Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya keaktifan dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran dasar program keahlian gambar teknik di SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung. Berdasarkan observasi awal tingkat keaktifan siswa hanya 45% yang ditandai dengan kurangnya partisipasi dalam pembelajaran dan ketuntasan belajar hanya 42 85% jauh di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 70. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa (2) menganalisis peningkatan keaktifan siswa melalui model pembelajaran STAD dan (3) menganalisis peningkatan prestasi belajar siswa melalui model pembelajaran STAD. Penelitian menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Hopkins yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas X Teknik Konstruksi dan Perumahan SMK N 3 Boyolangu Tulungagung tahun ajaran 2023/2024 sebanyak 39 siswa. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar observasi aktivitas guru lembar observasi aktivitas siswa dengan aspek visual lisan mendengarkan dan menulis serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Strategi penerapan model pembelajaran STAD melalui tujuh tahap yaitu persiapan awal pembelajaran pembentukan tim penyampaian materi kegiatan belajar kelompok evaluasi dan penghargaan berhasil meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa. Strategi terbaik ditemukan pada siklus II dan III dengan pembentukan tim sebelum penyampaian materi pengulasan materi sebelumnya dan penarikan kesimpulan pada setiap pertemuan (2) Keaktifan siswa mengalami peningkatan dari 45% pada pra siklus menjadi 48% pada siklus I 62% pada siklus II dan 82% pada siklus III (3) Prestasi belajar siswa juga mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata kelas dari 54 3 pada pra siklus menjadi 60 8 pada siklus I 67 12 pada siklus II dan 75 8 pada siklus III. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 42 85% pada pra siklus menjadi 28 2% pada siklus I 51% pada siklus II dan 79% pada siklus III mencapai kriteria keberhasilan yang ditetapkan.