Disertasi
Kemampuan TPACK guru penggerak untuk menstimulasi berpikir kritis siswa sekolah dasar / Fatikh Inayahtur Rahma
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kerangka Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) oleh guru penggerak dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar serta kontribusinya terhadap pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa khususnya pada dimensi interpretasi inferensi analisis dan evaluasi. Kajian ini berfokus pada integrasi harmonis antara Content Knowledge (CK) Pedagogical Knowledge (PK) dan Technological Knowledge (TK) untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna adaptif dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Kerangka TPACK yang dirumuskan oleh Mishra dan Koehler menjadi pijakan konseptual untuk merancang pembelajaran yang tidak hanya prosedural tetapi juga reflektif dan kontekstual. Di tengah transformasi pendidikan pascapandemi guru penggerak diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu mengatasi tantangan integrasi TPACK secara utuh. Oleh karena itu penelitian ini penting untuk menilai efektivitas penerapan TPACK oleh guru penggerak dalam membentuk pembelajaran matematika yang mendorong berpikir kritis siswa secara aktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus melibatkan 2 guru penggerak kota Pasuruan yaitu kelas I dan kelas V serta 3 siswa kelas I dan 3 siswa kelas V. Teknik pengumpulan data meliputi observasi kelas wawancara mendalam analisis dokumen pembelajaran dan telaah aktivitas siswa. Fokus analisis diarahkan pada penerapan TPACK dan pengaruhnya terhadap pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa yang mencakup empat indikator utama interpretasi analisis inferensi dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan TPACK secara konsisten dan reflektif mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran matematika. Di kelas I guru menggunakan pendekatan konkret seperti kancing balok dan simulasi alat tulis untuk memperkenalkan konsep bilangan dasar. Sementara di kelas V guru mengaitkan materi KPK dan FPB dengan aktivitas rotasi piket dan pembagian kelompok yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Integrasi PK tercermin dalam penerapan strategi problem based learning diskusi kelompok dan pertanyaan terbuka yang membangun keterlibatan siswa secara aktif. Teknologi seperti kahoot canva yoututube powerpoint dan video interaktif digunakan untuk memperkuat visualisasi konsep serta memfasilitasi asesmen formatif yang menarik dan adaptif. Pembelajaran yang berbasis TPACK mendorong perkembangan keterampilan berpikir kritis secara signifikan. Siswa di kelas I mulai menunjukkan kemampuan menginterpretasi melalui pengelompokan visual dan membentuk inferensi sederhana sementara siswa kelas V mampu melakukan analisis dan evaluasi terhadap pendekatan penyelesaian soal matematika. Guru dalam hal ini berperan sebagai fasilitator berpikir bukan hanya penyampai informasi yang secara aktif membimbing proses metakognitif siswa melalui refleksi umpan balik formatif dan pembelajaran kolaboratif. Secara keseluruhan TPACK terbukti menjadi pendekatan yang responsif terhadap tantangan pendidikan abad ke-21. Pendekatan ini memungkinkan guru merancang pembelajaran yang bukan hanya akurat secara konten tetapi juga kontekstual adaptif terhadap kebutuhan siswa serta berbasis teknologi yang relevan. Guru penggerak yang menguasai kerangka ini mampu menjembatani kesenjangan antara teori pembelajaran dan praktik di lapangan. Untuk arah penelitian selanjutnya disarankan agar dilakukan eksplorasi lebih lanjut mengenai pengaruh integrasi TPACK terhadap aspek afektif siswa seperti motivasi kepercayaan diri dan ketekunan dalam belajar matematika. Pengembangan instrumen asesmen berbasis TPACK dan HOTS juga menjadi kebutuhan mendesak guna mengukur kemampuan analisis inferensi dan evaluasi dalam konteks digital secara valid dan reliabel. Studi longitudinal serta pendekatan mixed methods sangat dianjurkan untuk memantau perkembangan berpikir siswa dan transformasi praktik guru dalam jangka waktu yang lebih panjang. Selain itu penelitian berbasis komunitas sekolah seperti lesson study atau school based action research juga layak dikembangkan untuk menciptakan sistem reflektif kolektif antara guru kepala sekolah dan pengawas dalam mengimplementasikan pembelajaran matematika berbasis TPACK secara berkelanjutan dan kontekstual.