Skripsi
Pengaruh bermain alat musik sebagai intervensi untuk meningkatkan respons emosional pada regulasi emosi anak dengan autisme di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang / Andira Christamti
Abstrak
Autisme merupakan salah satu kategori dari anak berkebutuhan khusus. Anak autisme memiliki beberapa permasalahan dalam perkembangan aspek yang dimiliki salah satunya adalah gangguan emosi. Gangguan emosi yang dialami oleh anak autisme yaitu pada regulasi emosi. Permasalahan pada regulasi emosi yang dialami menyebabkan kemampuan respons emosional yang dimiliki sulit berkembang. Hal ini menyebabkan anak dengan autisme mengalami kesulitan dalam mengendalikan mengungkapkan dan mengelola emosi pada dirinya sendiri. Hal ini membuat membuat reaksi emosional yang diberikan anak dengan autisme terhadap lingkungan disekitarnya tidak tepat. Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut bermain alat musik menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi hal tersebut. Hal tersebut dikarenakan setiap bunyi yang dihasilkan dapat membuat ketenangan dan otak menjadi lebih ekpresi dan kominikatif. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan respons emosional pada anak dengan autisme sebelum diberikan intervensi dengan bermain alat musik (2) mendeskripsikan respons emosional pada anak dengan autisme setelah diberikan intervensi dengan bermain alat musik (3) menganalisis pengaruh intervensi dengan bermain alat musik ini pada perkembangan respons emosional pada anak dengan autisme. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif eksperimen dengan pendekatan Single Subject Research (SSR) desain A-B-A. subjek dalam penelitian ini adalah anak dengan autisme kelas II di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Pada penelitian ini dilakukan selama 15 sesi yang terdiri dari fase baseline-1 (A1) sebanyak 5 sesi intervensi (B) sebanyak 5 sesi dan baseline-2 (A2) sebanyak 5 sesi. Analisis data menggunakan analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa respons emosional yang dimiliki anak dengan autisme pada kondisi baseline-1 (A1) sebelum diberikan intervensi masih tergolong kurang responsif dengan nilai rata-rata 46 24%. Pada kondisi intervensi (B) nilai rata-rata yang ditunjukkan meningkat menjadi 60 41%. Pada kondisi baseline shy -2 (A2) juga mengalami peningkatan menjadi 68 74%. Presentase overlap pada penelitian ini adalah 0%. Dapat disimpulkan bahwa intervensi bermain alat musik drum tunggal dapat meningkatkan kemampuan respons emosional pada anak dengan autisme. Saran untuk guru dapat memanfaatkan kegiatan bermain alat musik sebagai media pembelajaran dan untuk orang tua dapat menindaklanjuti dengan memberikan kembali kegiatan bermain alat musik untuk mengatasi permasalahan emosi pada anak dengan autisme.