Disertasi
Pengembangan model pembelajaran IKRA untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada materi matematika sekolah tingkat SMP / Memen Permata Azmi
Abstrak
Kemampuan berpikir kreatif matematis memiliki peran penting untuk menghasilkan solusi baru menghubungkan berbagai ide dan menyelesaikan masalah kompleks sehingga menghasilkan solusi baru. Kemampuan berpikir kreatif matematis adalah kapasitas untuk menghasilkan ide atau produk matematika secara lancar fleksibel dan orisinal. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu ditemukan rendahnya kemampuan berpikir kreatif matematis. Hal ini diperkuat dari studi pendahuluan yang melibatkan 29 siswa kelas VIII di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di Kota Pekanbaru pada tahun ajaran 2023/2024 menunjukkan bahwa (1) siswa mengalami hambatan dalam berpikir kreatif karena memiliki keterbatasan dalam menerapkan pengetahuan yang hanya berlaku pada konteks tertentu sehingga ketika dihadapkan pada konteks lain pengetahuan tersebut tidak dapat dimanfaatkan (2) pembelajaran cenderung berpusat pada guru dengan siswa mendengarkan penjelasan materi diberikan rumus contoh penggunaan rumus dan latihan soal sehingga kurangnya kesempatan bagi siswa untuk membangun pengetahuan sendiri (3) bahan ajar yang digunakan yaitu buku teks yang kompleks sehingga tujuan pembelajaran sulit tercapai. Lembar kerja siswa yang digunakan tidak dirancang sendiri sehingga tidak sesuai untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif matematis dan (4) asesmen yang digunakan hanya bisa didekati dengan satu atau sedikit cara penyelesaian. Pembentukan kemampuan berpikir kreatif matematis dipengaruhi oleh model pembelajaran yang digunakan. Beberapa model pembelajaran kreatif telah dikembangkan untuk pengembangan lanjutan penelitian ini berfokus pada integrasi lebih mendalam dari setiap komponen model pembelajaran optimalisasi peran intuisi sejak awal pembelajaran dan penyesuaian dengan keragaman karakteristik siswa. Karena itu dikembangkan model pembelajaran baru berdasarkan sintesis dual process theory teori konstruktivisme Bruner dan teori sosiokultural Vygotsky sehingga menghasilkan model pembelajaran IKRA. Model IKRA yaitu model pembelajaran matematika yang menekankan pada perolehan pengetahuan dengan berbagai pendekatan berpikir yaitu intuitif konkret representasi dan abstrak serta dalam pengaturan sosiokultural. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model pembelajaran IKRA untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada materi matematika sekolah tingkat SMP yang memenuhi kriteria valid praktis dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan prosedur menggunakan model Plomp yang terdiri dari tiga fase yaitu penelitian pendahuluan prototipe dan penilaian. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII di salah satu SMP negeri di kota Pekanbaru. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui lembar validasi lembar observasi angket dan tes. Teknik analisis validitas menggunakan indeks aiken untuk uji validitas ahli percentage of agreement untuk uji reliabilitas ahli product moment untuk uji validitas empiris tes alpha cronbach untuk uji reliabilitas empiris tes dan cappa cohen untuk uji konsistensi rubrik penilaian tes. Teknik analisis kepraktisan menggunakan persentase skor rata-rata untuk melihat tingkat keterlakanaan model aktivitas siswa dan respon siswa. Teknik analisis keefektifan menggunakan persentase skor rata-rata untuk melihat pencapaian n-gain untuk melihat peningkatan uji wilcoxon dan uji friedman untuk melihat signifikasi perbedaan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dari sebelum dan setelah mengikuti pembelajaran menggunakan model IKRA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran IKRA dinyatakan valid dan praktis serta efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada materi matematika sekolah tingkat SMP. Dengan rincian penilaian kevalidan model pembelajaran IKRA dinyatakan berada pada kategori validitas tinggi dan reliabel. Penilaian kepraktisan pada uji coba terbatas dan uji coba lapangan model pembelajaran IKRA dinyatakan praktis. Penilaian keefektifan pada uji coba lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran IKRA dinyatakan efektif.