Skripsi
Analisis pengetahuan metakognitif siswa pada materi larutan penyangga di kelas xi SMA/MA / Nadia Nur Amalia
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan metakognitif siswa pada materi larutan penyangga. Pengetahuan metakognitif tediri dari tiga aspek yaitu pengetahuan deklaratif prosedural dan kondisional sangat penting untuk mendukung pemahaman konsep kimia termasuk larutan penyangga. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain explanatory sequential. Teknik pengumpulan data kuantitatif melalui test pengetahuan metakognitif kemudian dilanjutkan dengan wawancara untuk memperdalam hasil temuan dan analisis mendalam terhadap model pembelajaran yang digunakan oleh guru saat mengajar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan metakognitif siswa sebagian besar (56%) berada pada kategori sedang dengan pengetahuan deklaratif yang paling berkembang. Hal ini ditunjukkan oleh tingginya kemampuan siswa memahami konsep dasar materi larutan penyangga. Representasi yang paling banyak digunakan siswa dalam memahami larutan penyangga adalah representasi submikroskopik sementara keterkaitan antara representasi makroskopik dan simbolik masih terbatas. Hasil dari tes menunjukkan mayoritas siswa berada pada kategori sedang untuk aspek deklaratif (70%) prosedural (53%) dan kondisional (60%) . Hasil wawancara tematik mendukung temuan ini yang mengungkapkan bahwa siswa telah memiliki pemahaman dasar tentang konsep larutan penyangga namun kemampuan menjelaskan dan regulasi diri masih belum optimal. Penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) berbasis Social Emotional Learning (SEL) oleh guru berpotensi mendukung perkembangan aspek pengetahuan deklaratif siswa. Sementara pengetahuan prosedural dan kondisional siswa berada pada kategori sedang hingga rendah yang mengindikasikan perlunya penguatan pada keterampilan menerapkan strategi dan kesadaran diri dalam memilih metode belajar. Penerapan model pembelajaran berbasis proyek dengan pendekatan keterampilan emosional ini dapat mendukung proses pembelajaran yang reflektif dan bermakna serta dapat digunakan menjadi dasar bagi penelitian lebih lanjut.