Tesis
Keefektifan bimbingan kelompok dengan teknik dialog socrates untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa SMP Negeri 1 Wonosari / Manggiasih Heri Febriansandy
Abstrak
RINGKASAN Febriansandy Manggiasih Heri. Keefektifan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Dialog Socrates untuk Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa SMP Negeri 1 Wonosari Tesis. Program Studi Magister Jurusan Bimbingan Dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Arbin Janu Setiyowati S.Pd. M.Pd (2) Dr. Yuliati Hotifah S.Psi. M.Pd Kata kunci Bimbingan Kelompok Dialog Socrates Motivasi Belajar Siswa Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Wonosari yang terlihat dari hasil studi pendahuluan melalui skala motivasi belajar dan wawancara terhadap pengajar kelas VII. Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan teknik dialog Socrates dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa. Teknik dialog Socrates merupakan pendekatan berbasis pertanyaan reflektif dan mendalam untuk merangsang kesadaran diri pemikiran kritis dan motivasi intrisik siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain non-equivalent control group design. Subjek penelitian ini terdiri dari dua kelompok siswa kelas VII yaitu kelompok eksperimen yang menerima layanan bimbingan kelompok dengan Teknik dialog Socrates dan kelompok kontrol melalui bimbingan kelompok dengan Teknik ceramah. Instrumen yang digunakan adalah skala motivasi belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data meggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney untuk mengetahui perbedaan skor motivasi belajar sebelum dan sesudah perlakuan serta perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dari motivasi belajar siswa pada kelompok eksperimen. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z -2 741 dengan signifikansi 0 046 ( lt 0 05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah perlakuan. Selain itu uji Mann-Whitney menghasilkan nilai U 5.000 dengan siginifikansi 0 011 yang menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa pada kelompok eksperimen lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Dengan demikian teknik dialog Socrates terbukti lebih efektif daripada metode ceramah dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik dialog Socrates efektif dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa SMP Negeri 1 Wonosari. Saran yang diajukan yakni guru BK dan pendidik dapat mengintegrasikan teknik dialog Socrates dalam layanan bimbingan kelompok sebagai strategi untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa terutama pada siswa yang menunjukkan motivasi belajar rendah. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi efektifitas teknik ini dalam jangka panjang dan pada jenjang pendidikan yang berbeda serta memperkaya variasi topik layanan yang dikaji menggunakan teknik ini.