Tesis
Hubungan kepemimpinan kepala sekolah, kinerja guru dan partisipasi komite sekolah terhadap kesuksesan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah pada SMP Se-Kecamatan Kota Atambua, Provinsi NTT. / Maria Olinda Tenis
Abstrak
ABSTRAK Tenis Maria Olinda 2023 Hubungan Kepemimpinan Kepala Sekolah Kinerja Guru dan Partisipasi Komite Sekolah Terhadap Kesuksesan Pelaksanaan Manajemen Berbasis SekolahPada Smp Sekecamatan Kota Atambua Provinsi NTT. Tesis Program Studi Manajemen Pendidikan Pascaserjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. A. Supriyanto M. Pd M.Si Pembimbing (II) Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin M. Pd. Kata Kunci Kepemimpinan Kepala Sekolah Kinerja Guru Komite Sekolah Manajemen Berbasi Sekolah Pendidikan merupakan suatu proses pembelajaran yang dimiliki oleh sekumpulan orang yang diwariskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya melalui pengajaran pelatihan dan penelitian. Namun pada era sekarang ini politik sosial membawa suatu dampak yang dapat mempengaruhi masyarakat dengan isu-isu yang tidak benar atau yang tidak dapat dipertanggungjawabkan (hoax). Masyarakat Indonesia begitu cepat membuat reaksi terhadap sebuah isu ketimbang mempertimbangkan matang-matang sebuah peristiwa sebelum menyatakan sikap. Rendahnya mutu pendidikan di Indonesia terlihat jelas dalam laporan Programme For International Student Assessment (PISA) yang menyatakan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia menduduki peringkat 69 dari 76 negara. Ada sekitar 44% pelajar di Indonesia mampu menuntaskan pendidikan menengah. Fakta menunjukkan bahwa perbaikan manajemen pendidikan di Indonesia merupakan sebuah keniscayaan. Kemendesakan ini penting untuk disadari dan ditindaklanjuti oleh semua lapisan masyarakat maupun pemerintah. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah kepemimpinan kepala sekolah kinerja guru dan partisipasi komite sekolah mempunyai hubungan yang signifikan terhadap Kesuksesan Pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuanitatif dengan rancangan metode survei. Penelitian survey adalah penelitian yang berusaha mengumpulkan data satu atau beberapa variabel yang diambil dari anggota populasi tersebut pada penelitiannya. Salah satu jenis penelitian Survey adalah penelitian explanatory. Jenis penelitian ini berusaha mencari hubungan antar variable dengan melakukan pengujian hipotesis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara yaitu (1) Kuisioner atau Angket (2) wawancara. Data ini dianalisis dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS 29 windows 64 bit. Hasil yang diperoleh adalah (1). Terdapat hubungan dan pengaruh yang signifikan antara Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kesuksesan Pelaksanaan MBS. (2). Terdapat hubungan antara Kinerja Guru dan Kesuksesan Pelaksanaan MBS namun tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara Kinerja Guru dan Kesuksesan Pelaksanaan MBS. (3). Terdapat hubungan dan pengaruh yang signifikan antara Partisipasi Komite Sekolah dan Kesuksesan Pelaksanaan MBS. (4). Terdapat hubungan dan pengaruh secara simultan (bersama-sama) antara Kepemimpinan Kepala Sekolah Kinerja Guru dan Partisipasi Komite Sekolah terhadap Kesuksesan Pelaksanaan MBS. Berdasarkan hasil pengolahan data serta beberapa pengujian yang dibuat maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan kepemipinan kepala sekolah kinerja guru dan partisipasi komite sekolah yang signifikan terhadap kesuksesan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah. Saran-saran yang dapat dikemukakan oleh penelitiana ini adalah (a) Bagi Kepala Sekolah diharapkan agar dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas kepemimpinan mereka sehingga mampu memberi arahan dan juga mengontrol proses pendidikan dan pembelajaran di Sekolah mereka masing-masing. (b) Bagi para Guru mengharapkan agar para guru memperhatikan kompentensi-kompetensi yang telah ditetapkan di dalam undang-undang sehingga para guru mampu memberikan pelayanan pendidikan yang baik dan bermutu bagi peserta didik. (c) Bagi para anggota Komite sekolah mengharapkan agar mampu melihat dan menyadari perannya sebagai steakholder yang memberi keseimbangan pada pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pembelajaran di sekolah. (d) Bagi para orang tua dan masyarakat. Orang tua dan masyarakat adalah unsur-unsur penting dalam pelaksanaan MBS. Oleh karena itu peran tugas dan tangung jawab mereka harus diperhatikan. (e) Bagi pemerintah daerah setempat. Pemerintah harus pro-aktif. Pemberian otonomi tidak serta-merta dipahami sebagai satu bentuk lepas tangan dari pemerintah. Pemberian otonomi tetap harus dalam bingkai pengawasan pemerintah. (f) Bagi penelitian lain. Sangat diharapkan peneliti lain membuat atau merancang penelitian yang sama dengan kerangka teori dan instrument yang lebih sempurna.