Skripsi
Studi tentang pemanfaatan limbah cangkang kelapa sawit sebagai pewarna alami kain jumputan / Novika Sari
Abstrak
Indonesia dikenal sebagai sebagian produsen terbesar didunia pada bidang perkebunan kepala sawit. Cangkang kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pewarna alami untuk kain jumputan. Pewarna dapat dikategorikan menjadi dua kelompok yaitu pewarna alami (ZPA) dan pewarna sintetis (ZPS). Mengingat meluasnya penggunaan pewarna kimia yang berpotensi mencemari lingkungan penggunaan warna alami sangat penting. Cangkang kelapa sawit memiliki bentuk seperti tempurung dan dilapisi oleh lapisan yang keras. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi warna yang diperoleh dari limbah cangkang kelapa sawit dan digunakan sebagai pewarna jumputan. Tawas kapur dan tunjung adalah bahan pengikat yang digunakan dalam eksperimen ini. Eksperimen pewarnaan kain jumputan yang akan dilakukan uji tahan luntur warna kain terhadap pencucian sabun dan uji tahan luntur warna kain terhadap gosokan kain kering. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pewarnaan alami dari limbah cangkang kelapa sawit menggunakan fiksasi tawas menghasilkan warna Sorrell Brown. fiksator kapur tohor menghasilkan warna Pine Cone. fiksasi tunjung menghasilkan warna Grey 30%. Hasil uji tahan luntur warna kain terhadap pencucian dalam fiksasi kapur tohor menghasilkan nilai yang cukup baik (3-4) sedangkan fiksasi dengan tawas dan tunjung termasuk dalam kategori baik ( 4). Hasil uji tahan warna kain terhadap pencucian sabun pada fiksasi tunjung menghasilkan nilai cukup baik (3-4) pada fiksasi tawas dan kapur tohor uji tahan warna kain terhadap pencucian sabun mengahsilkan nilai baik (4). Saranuntuk peneliti selanjutnya agar menghasilkan nilai uji ketahanan luntur warna kain terhadap pencucian sabun dan gosokan kering yang lebih baik perlu ditinggkatkan lagi frekuensi pencelupan dan fiksasi.