Skripsi
Inovasi bioplastik biodegradable dari limbah kulit jagung dengan kandungan selulosa tinggi sebagai pendorong perilaku konsumsi berkelanjutan / Dina Febriyanti
Abstrak
Bioplastik tersusun dari biopolimer yang mampu terdegradasi di lingkungan melalui mikroorganisme. Salah satu biopolimer yang melimpah adalah selulosa. Sejauh ini bioplastik yang beredar menggunakan bahan dasar berupa singkong. Namun bioplastik yang menggunakan singkong masih memiliki karakteristik sifat mekanik yang rendah sehingga memiliki ketahanan yang kurang kuat. Berdasarkan hal tersebut dibutuhkan inovasi formula dalam pembuatan bioplastik. Kulit jagung mengandung selulosa sebesar 44% yang merupakan senyawa potensial untuk dijadikan bahan baku utama dalam pembuatan bioplastik. Kandungan selulosa yang tinggi mampu meningkatkan nilai kekuatan tarik bioplastik sehingga dihasilkan plastik yang lebih kuat dan tahan akan tarikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji inovasi pembuatan bioplastik berbasis kulit jagung. Metode penelitian meliputi isolasi selulosa kulit jagung pembuatan bioplastik serta karakterisasi sifat mekanik dan gugus fungsi. Karakterisasi sifat mekanik yakni uji kuat tarik dilakukan pada bioplastik dan dihasilkan nilai uji kuat tarik sebesar 62 73 MPa di mana sudah memenuhi standar SNI 7818 2014. Uji FTIR menunjukkan tidak terjadi pembentukan gugus fungsi baru yang menandakan pencampuran bersifat homogen dan berperan penting dalam stabilitas bioplastik. Hadirnya bioplastik berbasis kulit jagung mampu berkontribusi pada perubahan perilaku konsumsi masyarakat dan mendukung tercapainya SDG rsquo s 12.