Skripsi
Proses pembelajaran dan karakteristik hasil karya seni lukis ekstrakurikuler melukis sebagai terapi anak tunagrahita di SLB C Autis Negeri Kedungkandang / Regita Auria Orchida Sofias Putri
Abstrak
Tunagrahita yaitu anak yang memiliki perkembangan intelegensi yang terlambat dan memiliki tingkat ketunagrahitaan yang berbeda sehingga memiliki karakteristik hasil karya yang berbeda-beda dan memerlukan metode pembelajaran dan terapi seni yg lebih spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran dan karakteristik hasil karya seni lukis sebagai terapi anak tunagrahita di SLB C Autis Negeri Kedungkandang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan desain penelitian studi kasus tunggal. Data yang didapat melalui observasi wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui prosedur reduksi data penyajian dan penarikan simpulan dan teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan proses pembelajaran ekstrakurikuler melukis sebagai terapi anak tunagrahita di SLB C Autis Negeri Kedungkandang cenderung disesuaikan dengan tingat ketunagrahitaannya. Berdasarkan periodisasi karya anak normal Lowenfeld dan Brittain terdapat persamaan dan perbedaan dengan anak tunagrahita. Tunagrahita ringan berusia 11-14 tahun sesuai dengan perkembangan anak normal yaitu memasuki masa realisme naturalisme semu dan penentuan. Sedangkan tunagrahita sedang berusia 12 tahun cenderung menggambar bentuk geometris atau masa prabagan pada anak usia 4-7 tahun dan tunagrahita berat usia 12 tahun masih tahap mencoreng seperti anak berusia 2-4 tahun.