Tesis
Pengaruh makna hidup terhadap tekanan psikologis yang dimediasi oleh intoleransi ketidakpastian pada dewasa awal / Zahrina Safariz Reginadita
Abstrak
RINGKASAN Reginadita Zahrina Safariz. Pengaruh Makna Hidup terhadap Tekanan Psikologis yang Dimediasi oleh Intoleransi Ketidakpastian pada Dewasa Awal. Tesis Program Studi Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Helga Graciani Hidajat S.Pd. M.A. (2) Dr. Ika Andrini Farida S.Psi. M.Psi. Kata Kunci Dewasa Awal Intoleransi ketidakpastian Makna hidup Tekanan psikologis Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh makna hidup terhadap tekanan psikologis dengan intoleransi ketidakpastian sebagai mediator pada populasi dewasa awal di Indonesia. Latar belakang penelitian didasari oleh meningkatnya prevalensi tekanan psikologis secara global dengan tingkat kejadian 5-27% pada populasi umum dan lebih dari 19 juta penduduk Indonesia mengalami gangguan mental emosional. Masa dewasa awal (18-25 tahun) merupakan periode yang sangat rentan terhadap tekanan psikologis karena ditandai dengan berbagai transisi kehidupan yang signifikan termasuk eksplorasi identitas ketidakstabilan dan ketidakpastian karier. Meskipun makna hidup telah terbukti memiliki pengaruh sebagai faktor pelindung terhadap tekanan psikologis terdapat ketidakkonsistenan dalam kekuatan hubungan ini di berbagai konteks dan penelitian yang secara eksplisit menguji pengaruh mediasi intoleransi ketidakpastian dalam hubungan tersebut masih sangat terbatas. Kerangka teoretis penelitian ini dibangun berdasarkan Teori Kognitif Aaron Beck (1976) yang didukung oleh middle range theory Transactional Model of Stress and Coping (Lazarus amp Folkman 1984) serta Meaning-Making Model (Park 2010). Konsep kunci yang digunakan meliputi makna hidup sebagai sumber daya psikologis protektif intoleransi ketidakpastian sebagai faktor kerentanan transdiagnostik dan tekanan psikologis sebagai outcome multidimensional. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 313 partisipan dewasa awal berusia 18-25 tahun di Indonesia yang dipilih melalui kombinasi purposive dan convenience sampling. Instrumen yang digunakan adalah MEMS (Multidimensional Existential Meaning Scale) yang diadaptasi ke Bahasa Indonesia IUS-12 (Intolerance of Uncertainty Scale-12) versi Bahasa Indonesia dan DASS-21 (Depression Anxiety Stress Scale-21) versi Bahasa Indonesia. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM-PLS) dengan SmartPLS 3.2.9. Partisipan didominasi perempuan (72.2%) dengan rata-rata usia 23.2 tahun. Secara geografis 69.97% partisipan berasal dari Pulau Jawa. Temuan deskriptif menunjukkan bahwa 66.13% partisipan mengalami depresi dalam berbagai tingkat 77.32% mengalami stres dan 86.90% mengalami kecemasan dengan kecemasan menunjukkan prevalensi tertinggi. Mayoritas partisipan memiliki makna hidup yang tinggi (62.94%) namun 61.33% berada pada kategori intoleransi ketidakpastian sedang hingga tinggi mengindikasikan tantangan signifikan dalam menghadapi ketidakpastian meskipun memiliki makna hidup yang kuat. Hasil analisis menunjukkan dukungan signifikan untuk keempat hipotesis penelitian. Pertama intoleransi ketidakpastian terbukti memediasi hubungan antara makna hidup dan tekanan psikologis dengan koefisien indirect effect sebesar -0.231 (p lt 0.001). VAF sebesar 49.25% menunjukkan bahwa hampir setengah dari pengaruh makna hidup terhadap tekanan psikologis terjadi melalui penurunan intoleransi ketidakpastian mengindikasikan mediasi parsial yang signifikan. Kedua makna hidup memiliki pengaruh negatif langsung yang kuat terhadap tekanan psikologis ( beta -0.469 p lt 0.001) dengan effect size besar (f sup2 0.496). Total effect mencapai -0.700 menunjukkan dampak yang sangat substansial dalam mengurangi tekanan psikologis ketika mempertimbangkan semua jalur pengaruh. Ketiga makna hidup berpengaruh negatif signifikan terhadap intoleransi ketidakpastian ( beta -0.499 p lt 0.001) dengan effect size besar (f sup2 0.332) menjelaskan 24.9% varians intoleransi ketidakpastian. Keempat intoleransi ketidakpastian berpengaruh positif signifikan terhadap tekanan psikologis ( beta 0.463 p lt 0.001) dengan effect size besar (f sup2 0.463) konsisten pada semua dimensi tekanan psikologis (kecemasan depresi dan stres). Secara teoritis penelitian ini memperkuat integrasi teori kognitif Beck serta model transactional coping dalam memahami mekanisme psikologis yang mendasari hubungan antara makna hidup dan kesejahteraan mental. Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa makna hidup berperan sebagai faktor protektif terhadap tekanan psikologis baik secara langsung maupun tidak langsung melalui peningkatan toleransi terhadap ketidakpastian. Intoleransi ketidakpastian terbukti menjadi mekanisme psikologis penting yang menjembatani hubungan antara makna hidup dan kesejahteraan mental. Model yang dihasilkan memberikan kerangka komprehensif untuk memahami dinamika psikologis dewasa awal dan dapat menjadi dasar pengembangan intervensi yang lebih efektif dan kontekstual. Temuan ini memiliki implikasi praktis untuk pengembangan intervensi psikologis yang berfokus pada penguatan makna hidup dan peningkatan toleransi terhadap ketidakpastian khususnya untuk membantu dewasa awal menghadapi transisi kehidupan dan ketidakpastian karier dengan lebih adaptif. Saran untuk penelitian mendatang meliputi sampling yang lebih merata secara geografis dan pertimbangan faktor-faktor moderator.