Tesis
Pengaruh strategi pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan laboratorium virtual pada pembelajaran tematik terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V sekolah dasar / Iis Lestari
Abstrak
Aspek penting yang diperlukan dalam pembelajaran meliputi berpikir secara rasional merumuskan pertanyaan dan membangun argumen. Aspek-aspek tersebut mewujudkan terbentuknya keterampilan yang dapat mendorong siswa untuk terlibat dalam memberikan fakta data dan teori yang sesuai untuk mendukung klaim terhadap suatu permasalahan serta sebagai alasan dalam mengambil keputusan. Dalam kegiatan pembelajaran siswa kurang memiliki kemampuan dan kebiasaan mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Laboratorium menjadi salah satu sarana penunjang yang sangat penting karena siswa dapat menemukan konsep sendiri terhadap suatu materi tertentu. Strategi inkuiri merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir tersebut dilakukan melalui tanya jawab antara guru dan siswa. Strategi pembelajaran inkuiri bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan hasil belajar tetapi juga proses belajar siswa. Fokus dalam penelitian ini adalah menemukan perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang diajar menggunakan dengan strategi pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan laboratorium virtual dan yang diajar menggunakan strategi inkuiri terbimbing tanpa berbantuan laboratorium virtual pada pembelajaran tematik di kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis eksperimental yaitu eksperimental semu. Berdasarkan observasi dan wawancara permasalahan rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa serta kesetaraan akreditasi KKM kurikulum yang digunakan sarana-prasarana atau fasilitas penunjang pembelajaran maka dipilih dua Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang dengan karateristik homogen. Total jumlah keseluruhan siswa yang dilibatkan dalam proses penelitian yakni 51 orang dari dua rombongan belajar. Pelaksanaan proses penelitian yakni melalui tahapan tes kemampuan awal siswa (pretest) pelaksanaan pembelajaran observasi keterlaksanaan pembelajaran dan tes kemampuan akhir (posttest). Hasil pretest dan posttest akan dibandingkan diuji dan dianalisis sehingga diperoleh kesimpulan. Proses pengujian data menggunakan teknik analisis dengan uji Independent Sample T-Test. Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji Independent Sample T-Test pretes untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang diajar menggunakan dengan strategi pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan laboratorium virtual dan yang diajar menggunakan strategi inkuiri terbimbing tanpa berbantuan laboratorium virtual pada pembelajaran tematik di kelas V Sekolah Dasar. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa besar nilai signifikansi ini lebih kecil dari 0 05 (0 047 lt 0 05) sehingga H0 ditolak. Hasil uji t pada pretes menunjukkan adanya perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa sebelum diberi perlakuan maka untuk menguji hipotesis (H0) tidak bisa menggunakan uji t. Oleh karena itu digunakan teknik uji Ancova dengan skor pretes dijadikan sebagai kovariat (pengontrol). Sehingga hasil akhir menunjukkan pengaruh dari perlakuan yang diberikan bukan dari kemampuan awal siswa. Hasil uji ancova menunjukkan bahwa besar nilai signifikansi adalah 0 000. Nilai signifikansi ini lebih kecil dari 0 05 (0 000 lt 0 05) sehingga dinyatakan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang diajar menggunakan strategi pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan laboratorium virtual dan yang diajar menggunakan strategi inkuiri terbimbing tanpa berbantuan laboratorium virtual pada pembelajaran tematik di kelas V Sekolah Dasar. Pada hasil data postes menunjukkan bahwa ada perbedaan antara kedua kelompok eksperimen hal ini membuktikan bahwa setelah diberi perlakuan yang berbeda kedua kelas menunjukkan hasil yang berbeda. Hasil rata-rata pretes kelas kontrol adalah 54 7 sedangkan hasil posttes 79 3. Hasil pretes untuk kelas eksperimen adalah 59 5 sedangkan hasil posttes kelas eksperimen adalah 82 2. Hasil rata-rata postes mengalamai peningkatan lebih tinggi daripada kelas eksperimen. Kesimpulan yang didapatkan berdasarkan hasil penelitian yaitu terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang diajar menggunakan strategi pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan laboratorium virtual dan yang diajar menggunakan strategi inkuiri terbimbing tanpa berbantuan laboratorium virtual pada pembelajaran tematik di kelas V Sekolah Dasar. Artinya keterampilan berpikir kritis siswa pada kedua kelas yang melaksanakan pembelajaran dengan perlakuan berbeda juga mendapatkan hasil yang berbeda.