Skripsi
Uji toksisitas larvasida nabati dari ekstrak daging buah berenuk (crescentia cujete l.) terhadap kutu air (daphnia magna s.) sebagai organisme nontarget / Tzalma Nurfadla Khusna
Abstrak
Temefos sebagai larvasida kimia menyebabkan dampak negatif berupa resistansi pada larva kontaminasi atau pencemaran lingkungan apabila digunakan secara berulang. Upaya yang digunakan untuk mengurangi dampaknya adalah menggunakan larvasida nabati dari ekstrak daging buah berenuk (Crescentia cujete L.). Namun dampaknya pada organisme nontarget khususnya kutu air (Daphnia magna S.) belum diketahui dan perlu pengujian lebih lanjut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh larvasida nabati dari ekstrak daging buah berenuk terhadap perilaku berenang mortalitas dan morfologi kutu air sebagai organisme nontarget. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan 5 ulangan dan 5 perlakuan yaitu perlakuan kontrol negatif perlakuan konsentrasi ekstrak 2000 3000 4000 ppm dan kontrol positif berupa bubuk temefos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daging buah berenuk menyebabkan perilaku abnormal tertinggi pada konsentrasi 3000 ppm dengan perilaku berupa lethargy 28% dan floating 36%. Mortalitas tertinggi pada perlakuan konsentrasi ekstrak daging buah berenuk 4000 ppm dengan persentase mortalitas mencapai 100% pada pengamatan jam ke-72. Perubahan morfologi berupa keluarnya organ dari dalam tubuh tertinggi pada konsentrasi 4000 ppm dengan persentase 36%. Ekstrak daging buah berenuk bersifat toksik pada kutu air dengan konsentrasi 2000 ppm menunjukkan toksisitas yang sedikit lebih rendah namun masih termasuk toksik karena menyebabkan mortalitas. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menemukan formulasi dan konsentrasi yang lebih aman bagi organisme nontarget khususnya kutu air.