Skripsi
Sintesis, karakterisasi, analisis hirshfeld surface dan uji aktivitas antibakteri senyawa kompleks [cu(4-ampy)2(bz)2(h2o)] (4-ampy = 4-aminopiridina; bz = benzoat) / Vanya Eka Wahyuni Putri
Abstrak
Senyawa kompleks [Cu(4-ampy)2(Bz)2(H2O)] telah berhasil disintesis dan merupakan senyawa baru yang belum pernah dipublikasi sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah sintesis karakterisasi analisis permukaan Hirshfeld dan uji aktivitas antibakteri senyawa kompleks [Cu(4-ampy)2(Bz)2(H2O)]. Senyawa kompleks [Cu(4-ampy)2(Bz)2(H2O)] disintesis dengan metode reaksi langsung selama 4 jam pada suhu ruang dengan pelarut asetonitril dan air. Senyawa hasil sintesis berupa kristal biru tua dengan titik lebur antara 210-212 . Hasil uji DHL mengindikasikan senyawa [Cu(4-ampy)2(Bz)2(H2O)] dominan molekuler yang mengalami sedikit ionisasi dalam pelarut metanol. Analisis FTIR menunjukkan puncak khas pada bilangan gelombang 3214 cm-1 dan 1208 cm-1 yang menunjukkan adanya vibrasi ulur NH2 simetrik dan vibrasi ulur ikatan C-NH2 yang merupakan vibrasi khas yang menunjukkan keberadaan 4-aminopiridin. Vibrasi ulur asimetrik dan simetrik dari COO- muncul pada bilangan gelombang 1620 cm-1 dan 1366 cm-1 yang menunjukkan keberadaan benzoat. Vibrasi ulur OH muncul pada bilangan gelombang 3338 cm-1 yang menunjukkan keberadaan H2O. Senyawa kompleks [Cu(4-ampy)2(Bz)2(H2O)] memiliki struktur geometri piramida alas bujur sangkar terdistorsi dengan kisi kristal monoclinic C dan space group C2/c. Parameter kisi kristal a 16.743 (7) Aring b 6.146 (2) Aring c 23.291 (9) Aring alpha gamma 90 beta 99.696 (11) . Analisis Hirshfeld menunjukkan adanya interaksi antarmolekul NH2 middot middot middot O dan OH middot middot middot O dan pada plot sidik jari menunjukkan Interaksi H middot middot middot H berkontribusi dominan sebanyak 51 7% terhadap packing kristal. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan senyawa kompleks memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat sebesar 21 26 mm untuk bakteri S. aureus dan sebesar 15 91 mm untuk bakteri E. coli. Aktivitas antibakteri senyawa kompleks [Cu(4-ampy)2(Bz)2(H2O)] lebih besar dibandingkan ligan dan garam logamnya.