Tesis
Implementasi model sister-cousin teaching factory pada SMK bidang keahlian seni dan ekonomi kreatif (studi multikasus di SMKN 4 Malang dan SMKN 3 Batu) / Ary Agung Wibowo
Abstrak
Penelitian ini mengkaji implementasi model Sister-Cousin Teaching Factory (SC-Tefa) pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang Seni dan Ekonomi Kreatif dengan studi kasus di SMKN 4 Malang sebagai SMK Rujukan dan SMKN 3 Batu sebagai SMK Sister-Cousin. Model SC-Tefa merupakan pendekatan kolaboratif yang mengintegrasikan pembelajaran berbasis industri melalui kerja sama antarsekolah dan kemitraan dengan dunia usaha dan industri (DUDI). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada urgensi pendidikan vokasi untuk merespons perubahan teknologi dan kebutuhan industri kreatif yang semakin kompleks terutama dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0 dan perkembangan media digital. Fokus penelitian meliputi tiga dimensi utama persiapan pelaksanaan SC-Tefa implementasi pembelajaran serta monitoring dan evaluasi program. Aspek persiapan mencakup penguatan kemitraan pengorganisasian Tefa penyediaan sarana dan prasarana kurikulum berbasis proyek kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan sosialisasi. Implementasi SC-Tefa menunjukkan adanya transformasi dalam metode belajar dengan siswa terlibat langsung dalam proses produksi riil sesuai standar industri kreatif. Monitoring dan evaluasi menyoroti efektivitas sistem pendampingan peran guru sebagai fasilitator industri serta identifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SC-Tefa berkontribusi signifikan terhadap peningkatan relevansi pembelajaran kesiapan kerja siswa serta penguatan jejaring antar SMK dan DUDI. Meskipun ditemukan tantangan pada aspek fasilitas dan pengelolaan SDM praktik kolaboratif ini berhasil menciptakan ekosistem pembelajaran yang kontekstual dan inklusif. Kurikulum yang dirancang bersama mitra industri juga mampu mengakomodasi integrasi antara kompetensi teknis dan soft skills memperkuat daya saing lulusan di sektor kreatif. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kebijakan afirmatif dari pemerintah untuk mendukung replikasi SC-Tefa peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan vokasional serta perluasan kemitraan industri. Temuan ini juga menyiratkan perlunya pendekatan horizontal dalam pengelolaan Teaching Factory menjadikan SC-Tefa sebagai strategi potensial dalam pemerataan mutu dan revitalisasi pendidikan vokasi di Indonesia khususnya dalam bidang seni dan ekonomi kreatif.