Disertasi
Pengaruh project based blended learning dan self efficacy terhadap hasil belajar prosedural dan kemampuan berpikir komputasional mahasiswa PGSD / Liya Atika Anggrasari
Abstrak
Tantangan pendidikan di era digital perlu dilakukan inovasi agar pembelajaran berbasis proyek lebih sesuai diterapkan pada mahasiswa yang rata-rata termasuk dalam digital native. Gagasan untuk mengkombinasikan pembelajaran berbasis proyek dengan teknologi menjadi solusi yang tepat khususnya dalam konteks pembelajaran yang terjadi di perguruan tinggi. Project based blended learning memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengakses materi berdiskusi serta mengerjakan tugas-tugas kuliah dan proyek baik tatap muka atau tatap maya secara sinkronus dan asinkronus. Pembelajaran project based blended learning memungkinkan pelibatan teknologi dalam penggunaannya sehingga hal ini dapat memperkaya proses belajar mengajar dan memotivasi mahasiswa dalam berpatisipasi secara aktif. Karakteristik pembelajaran berbasis proyek yang dikombinasikan dengan perangkat teknologi diharapkan dapat mempengaruhi hasil belajar prosedural dan kemampuan berpikir komputasional sebagai salah satu keterampilan yang berperan dalam era 4.0. Hasil belajar prosedural merupakan kemampuan dalam mengembangakan media pembelajaran di sekolah dasar secara sistematis sesuai dengan prosedur pengembangan media pembelajaran yang tepat. Hasil belajar prosedural memiliki peran penting dalam pencapaian pemahaman konsep dan berpikir struktur kognitif yang lebih tinggi. Kemampuan berpikir komputasional merupakan kemampuan yang mendorong mahasiswa untuk mengembangkan pemikiran kritis berpikir komputasi kreativitas dan pemecahan masalah. Terkait dengan hasil belajar prosedural dan kemampuan berpikir komputasi terdapat faktor lain yang dapat memperngaruhi selain penerapan model pembelajaran yaitu self efficacy. Variabel tersebut mempengaruhi kemampuan untuk meningkatkan kepercayaan diri seseorang dalam mengelola informasi dan pengetahuan yang berbeda-beda. Dengan demikian mahasiswa yang memiliki self efficacy dengan tingkat yang baik berpeluang meraih hasil belajar yang lebih baik pula. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh project based blended learning dan self efficacy terhadap hasil belajar prosedural dan kemampuan berpikir komputasi. Desain penelitian menggunakan rancangan quasi-experimental non-equivalent control-group. Subjek dalam penelitian dipilih secara random assignment to treatment dan ditentukan berdasarkan kondisi kelas. Desain penelitian menggunakan rancangan eksperimen factorial 2x2. Rancangan ini digunakan karena salah satu variabel berperan sebagai moderator. Terdapat enam hipotesis yang diajukan yaitu 1) terdapat perbedaan hasil belajar prosedural yang signifikan pada kelompok yang menggunakan model project based blended learning dengan kelompok yang menggunakan model project based learning 2) terdapat perbedaan hasil belajar prosedural yang signifikan antara kelompok yang memiliki self efficacy tinggi dengan kelompok yang memiliki self efficacy rendah 3) terdapat pengaruh interaksi yang siginifikan antara model pembelajaran dan self efficacy terhadap hasil belajar prosedural 4) terdapat perbedaan kemampuan berpikir komputasi yang siginifikan kelompok yang menggunakan model project based blended learning dengan kelompok yang menggunakan model project based learning 5) terdapat perbedaan kemampuan berpikir komputasi yang signifikan antara kelompok yang memiliki self efficacy tinggi dengan kelompok yang memiliki self efficacy rendah 6) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan self efficacy terhadap kemampuan berpikir komputasi. Temuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut 1) ada perbedaan hasil belajar prosedural yang signifikan pada kelompok yang menggunakan model project based blended learning dengan kelompok yang menggunakan model project based learning 2) ada perbedaan hasil belajar prosedural yang signifikan antara kelompok yang memiliki self efficacy tinggi dengan kelompok yang memiliki self efficacy rendah 3) ada pengaruh interaksi yang siginifikan antara model pembelajaran dan self efficacy terhadap hasil belajar prosedural 4) ada perbedaan kemampuan berpikir komputasi yang siginifikan pada kelompok yang menggunakan model project based blended learning dengan kelompok yang menggunakan model project based learning 5) ada perbedaan kemampuan berpikir komputasi yang signifikan antara kelompok yang memiliki self efficacy tinggi dengan kelompok yang memiliki self efficacy rendah 6) ada pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan self efficacy terhadap kemampuan berpikir komputasi. Merujuk pada temuan hasil penelitian terdapat beberapa saran yaitu 1) kepada dosen pengampu mata kuliah Media dan Pembangan Bahan Ajar disarankan untuk mengintegrasikan model Project Based Blended Learning yang adaptif terhadap tingkat self efficacy mahasiswa untuk meningkatkan hasil belajar prosedural dan kemampuan berpikir komputasional dalam pengembangan media pembelajaran digital 2) kepada mahasiswa yang menempuh mata kuliah Media dan Pengembangan Bahan Ajar disarankan untuk dapat memanfaatkan proses blended learning secara aktif dan membangun self efficacy untuk mengembangkan kemampuan berpikir komputasional melalui proyek media pembelajaran 3) kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan studi lanjutan dengan memperluas konteks pendekatan atau variabel lain untuk mengeksplorasi lebih dalam pengaruh Project Based Blended Learning terhadap hasil belajar dan berpikir komputasional 4) kepada guru sekolah dasar disarankan untuk dapat menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek dengan sentuhan digital sederhana untuk menumbuhkan self efficacy dan keterampilan berpikir komputasional siswa sejak dini.