Tesis
Tuturan direktif dalam pembelajaran berkomunikasi siswa tunarungu / Muhammad Salas Muharromin Asyuro
Abstrak
RINGKASAN Salas Muhammad. 2019. Tuturan Direktif Dalam Pembelajaran Berkomunikasi Siswa Tunarungu. Tesis Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing 1) Dr. Gatut Susanto M.M M.Pd. 2) Dr. Nurchasanah M.Pd. Salah satu contoh penggunaan ragam tindak tutur adalah menggunakan tindak tutur direktif saat mengajar. Beberapa contoh tindak tutur direktif guru termasuk permintaan . pertanyaan perintah larangan izin dan nasihat. Setiap jenis tindak tutur berperan dalam proses pembelajaran. Aktivitas penutur saat menyampaikan tuturan disebut tindak tutur. Tindak tutur adalah pengujaran kalimat untuk menunjukkan maksud pembicara kepada orang yang mendengarkannya. Tindak tutur adalah bagian dari situasi tutur dan tindak tutur adalah bagian dari peristiwa tutur. Setiap peristiwa tutur terbatas pada kegiatan atau aspek-aspek kegiatan yang secara langsung diatur oleh norma atau Kebiasaan penutur Tindak tutur adalah pengujaran kalimat untuk menyatakan maksud pembicara agar pendengar mengetahuinya. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan peneliti sebagai subjek utama. Analisis teks adalah jenis penelitian yang melihat bahasa lisan yang ditranskripkan secara alami Dalam kasus ini teori tindak tutur direktif digunakan untuk menyelidiki berbagal ucapen guru. Dari berbagai variasi tersebut studi tentang jenis tuturan guru fungsi tuturan guru dan pendekatan tuturan guru untuk membantu siswa tunarungu belajar berkomunikasi akan menjadi fokus utama. Data penelitian in mencakus wulud verbal tuturan guru selama pembelajaran di kelas. Wujud verbal tersebut terdin dan pemilihan jenis tuturan guru yang digunakan dalam interaksi mereka dengan siswa. Perilaku berbahasa subjek ditentukan oleh pemilihan bentuk tuturan Peniaku ini ada dalam interaksi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga jenis tuturan direktif guru ajakan dan perintah. Bentuk tuturen direktil perinteh dan tarangen. Ada dua strategi komunikasi guru untuk mengajar. Pertama adalah strategi tuturan langsung guru. Kedua adalah srategi tidak langsung guru. Hasil penelitian di SLB Eka Mandiri menunjukkan bahwa strategi tuturan langsung dan tidak langsung digunakan oleh guru bahasa Indonesia untuk mengajar. Dalam berbicara kepada siswa di kelas guru menggunakan strategi tuturan langsung untuk menyampaikan pesan secara langsung. Sementara itu guru manggunakan strategi tuturan tidak langsung untuk menyampaikan pesan secara tidak langsung. Dengan memanfaatkan tuturan guru secara langsung dalam pembelajaran di kelas diharapkan para pembicara dan rekan bicara dapat memahami satu sama lain. Dalam kelas guru menggunakan strategi tuturan langsung urtak memberikan pujian apresiasi. dan meyakinkan. Dalam wacana kelas guru menggunakan jenis tuturan tidak langsung dengen penanda menawarkan dalam situasi tertertu ketika mereka membenkan saran meminta dan memberi contoh untuk meningkatkan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan tiga pesan tuturan guru bahasa Indonesia selama pembelajaran di kelas. Dalam pembelajaran ba ntilde asa Indonesia guru menggunakan tiga pesan (1) pesan mengajak (2) pesan memerntah dan (3) pesan melarang. Oleh karena tu temuan penelitan tentang tuturan direktif dalam pembelajaran berkomunikasi siswa tunarungu dapat digunakan olel pendidik Khususnya pendidik sekolah luar biasa yang mengajarkan mata pelajaran bahasa Indonesia untuk memilih berbagai jenis tuturan yang sesuai dengan konteks tuturan. Hal ini berdampak pada cara guru memperlakukan siswa mereka. Guru berusaha untak menciptakan lingkungan komunikasi yang sehat. menghindari suasana yang kaku dan meningkatkan keinginan mereka untuk mencapai tujuan pembelajaran.