Disertasi
Kajian pencemaran logam berat Hg dan CN serta potensi phytomining sebagai bahan ajar ilmu lingkungan berbasis proyek untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah, wawasan lingkungan, sikap lingkungan, dan keterampilan proyek pada mahasiswa / Muhammad Syamsussabri
Abstrak
Pertambangan emas rakyat banyak memunculkan berbagai permasalahan lingkungan. Pertambangan ini belum memiliki regulasi yang jelas dan tidak memenuhi standar terhadap kesehatan dan keamanan lingkungan. Pertambangan ini menggunakan merkuri (Hg) dan sianida (CN). Beberapa area pertambangan emas rakyat ini berada di Nusa Tenggara Barat. Proses pengolahan secara amalgamasi menggunakan gelondong dengan total 16.247 unit dengan total pengolahan batuan emas yang diolah sebanyak 457 85 ton/tahun sedangkan proses pengolahan secara sianidasi menggunakan tong dengan total 590 unit dengan total batuan emas yang diolah sebanyak 121 12 ton/tahun. Proses penambangan ini masih berlangsung hingga sekarang dan belum ada upaya yang lebih masif dalam mengatasi permasalahan terutama pada bidang pendidikan. Permasalahan pencemaran ini akan mudah teratasi melalui jalur pendidikan karena melalui pendidikan keberlangsungan lingkungan dapat terjaga. Pendidikan memainkan peran penting dalam mengatasi pencemaran yang terkait dengan pertambangan emas rakyat dengan meningkatkan kesadaran mendorong praktik yang bertanggung jawab dan mempromosikan pengelolaan lingkungan. Integrasi pendidikan lingkungan tentunya dapat memberdayakan individu untuk mengenali efek merugikan dari praktik ini dan mendorong alternatif yang berkelanjutan. Tujuan penelitian ini di antaranya (1) menentukan kadar pencemaran logam berat Hg dan CN pada pertambangan emas rakyat di Nusa Tenggara Barat dan mengkaji potensi phytomining pada Brassica juncea (L.) Czern. Ipomoea reptans (L.) Poir. ex G.Don. Lactuca sativa L. Merremia emarginata (Burm.f.) Hallier f. Amaranthus hybridus L dan (2) mengembangkan e-module ilmu lingkungan berbasis PjBL modul ilmu lingkungan berbasis PjBL modul ilmu lingkungan berbasis PBL berdasarkan kajian pencemaran logam berat Hg dan CN serta potensi phytomining yang memenuhi syarat kevalidan kepraktisan keterbacaan dan keefektifan untuk pembelajaran mahasiswa. Penelitian tahap pertama merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan mendeskripsikan kadar pencemaran Hg dan CN pada tanah air tumbuhan hewan dan manusia di 12 titik pertambangan emas rakyat yang tersebar di Nusa Tenggara Barat mengkaji dan melakukan eksperimen potensi phytomining. Penelitian tahap kedua yaitu pengembangan bahan ajar ilmu lingkungan berbasis proyek. Model pengembangan yang digunakan yaitu Multimedia-Based Instructional Design. Hasil penelitian menunjukkan tingkat konsentrasi Hg terendah pada limbah padat sebesar 7 25 plusmn 0 35 ppm dan tertinggi sebesar 49 00 plusmn 0 70 ppm sedangkan pada air sumur diketahui memiliki tingkat konsentrasi terendah sebesar 3 88 plusmn 0 18 ppm dan tertinggi sebesar 11 25 plusmn 0 35 ppm. Tingkat konsentrasi Hg terendah pada tumbuhan terdapat pada batang Mangifera indica L. dengan konsentrasi sebesar 10 14 plusmn 0 35 ppm tertinggi pada batang Manihot esculenta Crantz pada dengan konsentrasi sebesar 56 32 ppm. Pencemaran Hg terdapat pada rambut penambang dengan tingkat konsentrasi Hg yang sangat tinggi dengan konsentrasi terandah sebesar 286 53 ppm dan tertinggi sebesar 1.597 44 ppm sedangkan pada rambut ternak yaitu rambut sapi memiliki konsentrasi terendah sebesar 34 28 ppm dan dan tertinggi 432 48 ppm. Tingkat konsentrasi CN terendah pada limbah padat sebesar 6 58 plusmn 0 00 ppm dan tertinggi sebesar 24 41 plusmn 0 00 ppm sedangkan pada air sumur diketahui memiliki tingkat konsentrasi terendah sebesar 3 32 plusmn 0 00 ppm dan tertinggi sebesar 7 80 plusmn 0 23 ppm sedangkan tingkat konsentrasi CN terendah pada tumbuhan terdapat pada batang Phaseolus lunatus L. dengan konsentrasi sebesar 3 13 plusmn 0 01 ppm tertinggi pada batang Mangifera indica L. dengan konsentrasi sebesar 10 31 ppm. Hasil eksperimen phytomining menunjukkan hasil yang cukup signifikan yaitu dari lima jenis tumbuhan yang diberikan perlakuan diketahui Lactuca sativa L. merupakan tumbuhan yang dapat melakukan penyerapan Au dari akar batang sampai daun. Pada akar diketahui memiliki tingkat konsentrasi Au sebesar 71 02 ppm pada batang sebesar 51 92 ppm dan pada daun sebesar 10 82 ppm. Bila di konversi maka hasil eksperimen phytomining menunjukkan bahwa dalam 1.000 kg daun Lactuca sativa L. dapat melakukan penyerapan emas pada akar seberat 71 02 g pada batang seberat 51 92 g pada daun seberat 10 82 g dan secara rerata dapat menghasilkan 44 58 g emas. Ini merupakan sebuah potensi yang bagus ke depannya guna memanfaatkan tumbuhan sebagai agen penyerapan Au menggantikan penggunaan Hg dan CN. Hasil uji hipotesis MANCOVA pada tests of between-subjects effects menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan keterampilan pemecahan masalah antara kelompok perlakuan dengan nilai p-value 0 000 sedangkan uji ANCOVA pada tests of between-subjects effects menunjukkan ada perbedaan yang signifikan wawasan lingkungan antara kelompok perlakuan dengan nilai p-value 0 000. Begitu pula uji MANCOVA pada tests of between-subjects effects menunjukkan ada perbedaan yang signifikan sikap lingkungan antara kelompok perlakuan dengan nilai p-value 0 000 sedangkan uji Kruskal-Wallis pada keterampilan proyek menunjukkan bahwa nilai p-value dengan nilai sebesar 0 693 yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan keterampilan proyek antara kelompok perlakuan.