Skripsi
Induksi kalus dan studi histokimia flavonoid terhadap tanaman rosella (hibiscus sabdariffa var. sabdariffa) dengan penambahan 2,4-dichlorophenoxyacetic acid dan benzyl amino purin secara in vitro / FARIZA DWI HARISTIANI
Abstrak
Rosella (Hibiscus sabdariffa var. sabdariffa) merupakan tanaman yang memiliki potensi siginifikan dalam bidang farmakologi. Senyawa utama yang kaya akan manfaat dari tanaman ini adalah flavonoid. Induksi kalus serta peningkatan produksi senyawa bioaktif dapat dilakukan dilakukan melalui teknik kultur kalus dengan bantuan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh pemberian konsentrasi 2 4D dan BAP pada proses induksi kalus serta mendeteksi keberadaan senyawa flavonoid dalam kalus rosella. Eksplan daun rosella dikultur dalam media Murashige and Skoog (MS) dengan variasi kombinasi konsentrasi 2 4D dan BAP selama 32 hari kemudian kalus yang terbentuk dianalisis secara histokimia menggunakan reagen NaOH 10%. Penelitian ini memberikan hasil bahwa kombinasi 0 ppm 2 4D 1 ppm BAP menghasilkan induksi kalus tercepat dengan rata-rata umur 9 HST. Sementara itu kombinasi 1 5 ppm 2 4D 1 ppm BAP memberikan persentase tertinggi dalam pembentukan kalus rata-rata 96 5% serta menghasilkan berat basah kalus dengan rata-rata 0 9484 g. sebagian besar kalus yang terbentuk dari berbagai kombinasi konsentrasi 2 4D dan BAP memiliki warna putih dengan tekstur remah. Kalus rosella terbukti mengandung senyawa flavonoid sebagai salah satu senyawa bioaktifnya.