Tesis
Pengembangan bahan ajar digital menulis cerpen bermuatan nilai budaya Suku Bugis untuk peserta didik kelas XI SMA / Rayhan Adi Anggara
Abstrak
Penelitian dan pengembangan ini didasari oleh kebutuhan akan penggunaan dan pengembangan bahan ajar yang relevan dan fundamental dalam merealisasikan tujuan belajar dan kompetensi peserta didik. Seiring kemajuan teknologi bahan ajar digital menjadi inovasi untuk menarik minat pembelajar di abad 21 ini dan mengembangkan literasi digital mereka. Hal ini sangat penting dalam pembelajaran menulis cerpen sebuah keterampilan kompleks yang melatih berpikir kritis dan imajinasi. Selain itu integrasi muatan nilai budaya khususnya dari suku Bugis di Sulawesi Selatan menjadi esensial untuk melestarikan identitas budaya di tengah pengaruh asing. Meskipun terdapat penelitian terdahulu mengenai bahan ajar untuk pembelajaran menulis cerpen berbasis kearifan lokal bahan ajar digital dan kajian budaya Bugis tetapi belum ada penelitian yang fokus pada mengembangkan bahan ajar digital menulis cerpen yang secara spesifik bermuatan nilai budaya suku Bugis. Oleh sebab itu penelitian ini hadir untuk mengatasi kekosongan yang dimaksud dengan tujuan tidak hanya meningkatkan kompetensi menulis cerpen peserta didik tetapi juga berperan dalam pelestarian budaya lokal dan sebagai bentuk pemertahanan identitas dan jati diri dari suku Bugis. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Proses pengembangan meliputi lima tahap yaitu analisis desain pengembangan implementasi dan evaluasi. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan pada setiap tahap. Tahap pertama yakni analisis dilakukan melalui tinjauan penelitian terdahulu telaah kurikulum telaah buku teks wawancara dengan guru bahasa Indonesia dan penyebaran angket prapengembangan kepada peserta didik kelas XI SMA di Sulawesi Selatan. Hasil tahap ini mengidentifikasi kebutuhan akan bahan ajar terhadap pembelajaran menulis cerpen yang kontekstual dan terintegrasi dengan teknologi digial. Oleh sebab itu peneliti mengembangkan bahan ajar berbantuk digital berbasis LMS bagi peserta didik dan guru. Tahap kedua yakni mendesain bahan ajar dengan menyusun dan menyajikan konten latihan aktivitas evaluasi media dan instrumen. Tahap berikutnya adalah pengembangan yang merupakan realisasi desain bahan ajar pada tahap sebelumnya dengan mengembangkan dan menguji kelayakannya dengan validasi oleh ahli bahan ajar digital ahli menulis sastra ahli materi muatan budaya Bugis dan praktisi (guru Bahasa Indonesia). Tahap keempat adalah implementasi yang dilakukan di SMAN 1 Barru pada satu kelas dengan 34 peserta didik dan satu guru. Pada tahap ini dilakukan uji lapangan dengen menyebarkan angket respons pengguna (guru dan peserta didik) pada akhir pembelajaran. Kemudian tahap akhir merupakan evaluasi yang melibatkan pengujian efektivitas cerpen yang ditulis oleh peserta didik dan merevisi produk bahan ajar sebagai produk akhir dari bahan ajar digital untuk pembelajaran menulis cerpen dengan muatan nilai budaya Bugis yang diberi nama Ruang Kreasi Cerpen Budaya. Uji produk dilakukan dengan tiga uji yakni kelayakan lapangan dan efektivitas. Uji kelayakan terdiri dari (1) isi diperoleh 89 6% (2) struktur diperoleh 93% (3) bahasa diperoleh 90 5% (4) kegrafikaan diperoleh 93% dan (5) pengemasan diperoleh 91 3%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bahan ajar ini sangat layak diimplementasikan. Kemudian uji produk selanjutnya adalah uji lapangan. Uji lapangan terdiri (1) respons guru yang memperoleh 90 5% dan (2) respons peserta didik yang memperoleh 95%. Selain itu uji produk terakhir adalah uji efektivitas. Pada hasil uji efektivitas diperoleh hasil yang signifikan terhadap peningkatan kualitas cerpen peserta didik dari hasil pretes dan postes. Perbedaan rata-rata hasil skor pretes dan postes yakni -6.235 yang menunjukkan bahwa terjadi peningkatan skor yang substansial pada postes dibandingkan dengan pretes. Berdasarkan hasil uji tersebut bahan ajar digital menulis cerpen bermuatan nilai budaya suku Bugis dapat digunakan dan dimanfaatkan dalam proses pembelajaran menulis cerpen.