Skripsi
Efektivitas konseling kognitif perilaku dalam mereduksi stres finansial pada mahasiswa pengguna paylater / Helmalia Wilujengingati
Abstrak
Fenomena penggunaan paylater pada mahasiswa sering kali menyadi penyebab stres finansial karena pola pikir negatif ketidakmampuan menyusun prioritas dan keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan finansial. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan tekanan psikologis tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan fisiologis. Meskipun paylater dapat membantu memenuhi kebutuhan jangka pendek jika dipergunakan tanpa perencanaan yang baik justru berpotensi menimbulkan masalah baru berupa beban hutang. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas konseling kognitif perilaku teknik restrukturisasi kognitif dalam mereduksi stres finansial pada mahasiswa pengguna paylater. Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group. Subjek penelitian berjumlah 10 mahasiswa yang menggunakan paylater dan memiliki tingkat stres finansial sedang hingga tinggi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Subjek dibagi menjadi dua kelompok kelompok eksperimen yang diberikan intervensi menggunakan teknik restrukturisasi kognitif dan kelompok kontrol yang diberikan intervensi dengan teknik problem solving. Instrumen yang digunakan adalah APR Stres finansialScale yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data analisis dengan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney U. Teknik restrukturisasi kognitif dalam menurunkan stres finansial dapat dikaitkan dengan fokus intervensi pada perubahan pola pikir irasional yang menjadi akar munculnya stres. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami penurunan stres finansial yang signifikan (p 0.43 lt 0.05) sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan signifikan (p 0.068 gt 0.05). Hasil uji Mann-Whitney U antara posttest kedua kelompok menujukkan nilai signifikansi 0.112 (p gt 0.05) artinya tidak ada perbedaan signifikan secara statistik. Namun demikian analisis deskriptif menujukkan kelompok eksperimen mengalami penurunan skor lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa konseling kognitif perilaku teknik restrukturisasi kognitif efektif dalam mereduksi stres finansial pada mahasiswa pengguna paylater. Implikasi penelitian ini yaitu konselor perguruan tinggi dapat memanfaatkan teknik restrukturisasi kognitif untuk membantu mahasiswa mengelola stres finansial. Selain itu peneliti selanjutnya disarankan untuk menentukan sampel penelitian yang lebih spesifik agar hasil representatif.