Skripsi
Pengaruh penggunaan media loose parts terhadap kemampuan motorik halus pada anak cerebral palsy di slb abd negeri kedungkandang. / Halimah
Abstrak
ABSTRAK Halimah. 2025. Pengaruh Penggunaan Media Loose Parts terhadap Kemampuan Motorik Halus pada Anak Cerebral Palsy di SLB ABD Negeri Kedungkandang. Departemen Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Wiwik Dwi Hastuti S.Pd M.Pd (2) Sinta Yuni Susilawati S.Pd M.Pd Ph.D. Kata Kunci Media Loose Parts Kemampuan Motorik Halus Anak Cerebral Palsy Masalah dalam penelitian ini tentang kemampuan motorik halus anak Cerebral Palsy yang tergolong tidak mampu disebabkan anak mengalami Cerebral Palsy spastic quadriplegia. Anak mengalami kekakuan pada bagian kaki dan tangan. Pada tangan sebelah kanan juga mengalami kekakuan namun masih bisa untuk digerakkan. Salah satu media pembelajaran yang digunakan pada kondisi intervensi ialah media Loose Parts. Media pembelajaran ini dapat digunakan sebab media yang praktis fleksibel dan menarik. Komponen yang dipakai dalam media Loose Parts lebih praktis karena dapat menggunakan komponen yang mudah didapatkan dan berada lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kemampuan motorik halus anak Cerebral Palsy sebelum diberikan intervensi dengan menggunakan media Loose Parts (2) mendeskripsikan kemampuan motorik halus anak Cerebral Palsy sesudah diberikan intervensi dengan menggunakan media Loose Parts (3) mendeskripsikan pengaruh penerapan dalam menggunakan media Loose Parts terhadap kemampuan motorik halus anak Cerebral Palsy di SLB ABD Negeri Kedungkandang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif Single Subject Research (SSR) atau penelitian dengan subjek tunggal. Penelitian ini menggunakan desain penlitian A-B-A dengan subjek anak Cerebral Palsy di SLB ABD Negeri Kedungkandang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan berupa tes dan non tes. Pengumpulan data tes berupa tes perbuatan kemampuan motorik halus. Pengumpulan data non tes berupa observasi dan dokumentasi. Pada saat analisis data menggunakan analisis dalam kondisi dan analisis antarkondisi. Berdasarakan hasil dari penelitian ini adanya peningkatan skor mean level setelah diberikan intervensi berupa media Loose Parts pada kondisi baseline 2 sebesar 66 35%. Pada kondisi baseline 1 mean level sebelum diberikan intervensi sebesar 35 10% sehingga skor kemampuan motorik halus anak Cerebral Palsy lebih besar dibandingkan pada kondisi Baseline 1. Perhitungan presentase overlap antarkondisi baseline 1 ke intervensi sebesar 0%. Perhitungan presentase overlap antarkondisi intervensi ke baseline 2 sebesar 0%. Kesimpulannya bahwa adanya pengaruh dari penggunaan media Loose Parts terhadap kemampuan motorik halus pada anak Cerebral Palsy.