Skripsi
Sintesis dan aplikasi ca-alginat-silika berbasis bahan baku koral skeleton sebagai adsorben ion cu(ii) / Abrori Ma\'ruf Nugraha
Abstrak
Industri elektroplating merupakan salah satu industri yang menghasilkan limbah cair yang mengandung ion Cu(II) yang berpotensi mencemari lingkungan dan menimbulkan dampak kesehatan serius. Untuk mengatasi masalah ini perlu adanya adsorben untuk mengadsorpsi ion Cu(II). Sehingga diharapkan adsorben Ca-alginat-silika berbasis bahan baku koral skeleton dapat digunakan sebagai adsorben efisien dan ramah lingkungan untuk menghilangkan ion Cu(II) dari limbah industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi sifat fisikokimia dari material adsorben Ca-alginat-silika berdasarkan analisis XRF dan FTIR menentukan kondisi optimum adsorben yang berasal dari limbah koral skeleton sebagai sumber ion Ca(II) untuk proses adsorpsi mengetahui kinetika dan termodinamika adsorpsinya beserta kemampuan adsorben dalam penyerapan ion Cu(II) berbasis laboratorium dan limbah industri. Optimasi variabel konsentrasi adsorben suhu dan waktu kontak dilakukan untuk menentukan kondisi yang optimal dalam proses adsorpsi ion Cu(II). Tahapan yang dilakukan yaitu preparasi sampel koral skeleton preparasi dan ekstraksi silika pasir sintesis Ca-alginat-silika karakterisasi Ca-alginat-silika optimasi adsorben Ca-alginat-silika dan aplikasi adsorben Ca-alginat-silika terhadap larutan standar Cu(NO3)2 dan sampel limbah industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorben Ca-alginat-silika berhasil di sintesis yang dikonfirmasi dengan keberadaan gugus fungsional COO Si-OH dan Si ndash O ndash Si pada hasil uji FTIR sebagai pusat aktif dalam proses penyerapan ion Cu(II) adsorben Ca-alginat-silika mampu mengadsorpsi ion Cu(II) dengan efisiensi yang sangat tinggi pada kondisi optimal dengan variabel konsentrasi suhu pengadukan dengan waktu kontak optimum. Kinetika adsorpsinya lebih sesuai dengan kinetika adsorpsi orde dua(pseudo-second-order) yang menggambarkan adsorpsi sebagai proses kimia(chemisorption). Analisis terhadap parameter termodinamika menghasilkan menunjukkan bahwa proses bersifat eksotermik. Temuan ini merupakan solusi pengolahan limbah industri yang mengandung ion logam secara efektif dan berkelanjutan.