Tesis
Pengaruh model pembelajaran guided inquiry terhadap kemampuan berpikir spasial ditinjau dari geoliterasi siswa / Candra Adityatama
Abstrak
Kemampuan berpikir spasial merupakan salah satu keterampilan penting abad ke-21 yang mendukung proses pemecahan masalah dalam pendidikan geografi. Namun pendekatan pembelajaran konvensional yang masih dominan menyebabkan rendahnya pencapaian kompetensi spasial siswa. Di sisi lain geoliterasi sebagai kemampuan memahami dan menggunakan informasi geografis secara efektif juga memainkan peran penting dalam penguatan berpikir spasial. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Guided Inquiry (GI) terhadap kemampuan berpikir spasial siswa dengan mempertimbangkan tingkat geoliterasi siswa sebagai variabel moderator. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi-experimental design) dengan desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS dari SMAN 5 Malang dan SMAN 6 Malang yang dipilih berdasarkan kesetaraan nilai akademik kemudian dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol secara acak. Kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan model GI sementara kelas kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional. Data diperoleh melalui tes uraian untuk mengukur kemampuan berpikir spasial dan kuesioner untuk mengukur tingkat geoliterasi. Instrumen penelitian dikembangkan berdasarkan indikator kemampuan berpikir spasial meliputi menentukan lokasi mengidentifikasi wilayah memvisualisasikan peta menganalisis sebab-akibat memprediksi dan merencanakan solusi spasial. Validitas dan reliabilitas instrumen diuji menggunakan korelasi product moment dan Cronbach s Alpha. Teknik analisis data menggunakan ANOVA dua jalur untuk mengetahui interaksi antara perlakuan model GI dan tingkat geoliterasi terhadap kemampuan berpikir spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh signifikan penggunaan model GI terhadap peningkatan kemampuan berpikir spasial siswa dan (2) terdapat perbedaan pengaruh model GI terhadap kemampuan berpikir spasial jika ditinjau dari tingkat geoliterasi siswa. Siswa dengan geoliterasi tinggi memperoleh peningkatan yang lebih signifikan dibanding siswa dengan geoliterasi sedang dan rendah. Dengan demikian model pembelajaran Guided Inquiry terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir spasial terutama bagi siswa yang memiliki tingkat geoliterasi tinggi. Penelitian ini merekomendasikan integrasi model GI dalam pembelajaran geografi untuk memperkuat keterampilan spasial siswa secara komprehensif.