Tesis
Pengembangan platform magang model marketplace pada pendidikan kejuruan untuk membentuk kemampuan literasi sains / Fahru Riza
Abstrak
Mahasiswa S2 Pendidikan Kejuruan Universitas Negeri Malang dituntut tidak hanya menguasai kompetensi pedagogis tetapi juga mampu menyusun penelitian yang relevan dengan kebutuhan industri. Magang menjadi salah satu cara untuk menghubungkan pengalaman lapangan dengan proses akademik khususnya dalam penyusunan tesis. Namun masih ditemukan berbagai kendala seperti sulitnya akses ke tempat magang yang sesuai bidang dan kebingungan mahasiswa dalam menentukan topik penelitian. Di sisi lain rendahnya literasi sains juga menjadi tantangan dalam menghubungkan permasalahan industri dengan penyusunan tesis yang berbasis ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan platform magang model marketplace untuk pendidikan kejuruan (2) menganalisis tingkat kelayakannya (3) mengukur efektivitas penggunaannya serta (4) membentuk kemampuan literasi sains mahasiswa dalam menemukan topik penelitian sesuai kebutuhan industri tempat magang. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R amp D) dengan model pengembangan Integrative Learning Design Framework (ILDF) yang terdiri atas tiga tahap utama eksplorasi realisasi dan evaluasi. Tahap eksplorasi dilakukan melalui observasi dan wawancara untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna. Tahap realisasi meliputi perancangan pengembangan konten literasi sains serta penyusunan antarmuka platform. Sedangkan tahap evaluasi dilakukan melalui validasi ahli dan uji coba terbatas maupun diperluas untuk menilai kelayakan dan efektivitas platform dalam membentuk kemampuan literasi sains mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform ini dinilai sangat layak untuk digunakan dengan rincian hasil validasi ahli media (89 6%) ahli materi (93 8%) dan ahli bahasa (95 8%). Uji coba terbatas terhadap pengguna menunjukkan skor sebesar 95 27% dan uji coba diperluas menunjukkan skor 90 65%. Dari sisi efektivitas platform mampu mendukung pembentukan kemampuan literasi sains mahasiswa dengan skor 88 72%. Hal ini menunjukkan bahwa platform mampu menjadi sarana pembelajaran yang interaktif kontekstual dan aplikatif dalam mendukung program magang dan penyusunan tesis. Berdasarkan hasil tersebut disarankan agar platform ini dapat digunakan secara berkelanjutan sebagai media pembelajaran berbasis industri di lingkungan Program Studi S2 Pendidikan Kejuruan. Platform ini juga dapat dikembangkan lebih lanjut dengan menambahkan fitur refleksi lanjutan integrasi sistem monitoring oleh dosen pembimbing serta perluasan kerja sama dengan lebih banyak mitra industri agar dapat mencakup berbagai bidang keahlian mahasiswa.