Disertasi
Pengaruh islamic financial literacy, intellectual capital, working capital terhadap business sustainability dimediasi financial performance dan dimoderasi government policy / Mohamad Bastomi
Abstrak
Perkembangan usaha mikro di Indonesia telah menjadi bagian penting dalam ekonomi lokal. Salah satu upaya yang dilakukan untuk memperkuat dan memajukan usaha mikro adalah melalui lembaga pembiayaan mikro seperti Baznas Microfinance Desa yang bertujuan menyalurkan permodalan kepada pelaku usaha kecil. Meskipun demikian banyak pelaku usaha mikro yang menghadapi tantangan dalam meningkatkan financial performance dan memastikan business sustainability. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam memahami berbagai faktor yang mempengaruhi keberlanjutan usaha mikro di Indonesia dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) Lisrel. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Islamic financial literacy intellectual capital dan working capital berperan dalam meningkatkan financial performance dan business sustainability di kalangan pelaku usaha mikro. Secara khusus working capital memainkan peran yang sangat dominan dalam mempengaruhi kinerja keuangan dan keberlanjutan usaha. Di samping itu temuan penelitian ini juga mengindikasikan bahwa kinerja keuangan memiliki peran yang signifikan dalam mendorong keberlanjutan bisnis. Kinerja keuangan yang optimal menjadi jalur penghubung antara faktor-faktor yang mempengaruhi business sustainability seperti Islamic financial literacy intellectual capital dan working capital. Dalam hal ini financial performance memainkan peran penting sebagai mediator yang menghubungkan pengelolaan working capital yang efektif dengan business sustainability. Ini menandakan bahwa tanpa kinerja keuangan yang baik faktor-faktor tersebut tidak dapat mengoptimalkan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. Oleh karena itu pengelolaan keuangan yang baik dan efisien menjadi kunci utama bagi kelangsungan dan keberlanjutan bisnis mikro di sektor ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa government policy berperan sebagai moderator yang memperkuat pengaruh intellectual capital terhadap financial performance mitra BMD. Namun kebijakan pemerintah tidak memoderasi pengaruh Islamic financial literacy dan working capital terhadap financial performance yang mengindikasikan bahwa kemampuan pengusaha dalam memahami literasi keuangan Islam dan modal kerja berdampak langsung tanpa pengaruh signifikan dari kebijakan pemerintah. Oleh karena itu penelitian ini merekomendasikan pengembangan kebijakan pemerintah yang lebih spesifik dan kontekstual terutama dalam aspek pengelolaan Islamic financial literacy dan working capital agar dampaknya terhadap financial performance dapat lebih optimal. Secara teoritis penelitian ini mengintegrasikan dua teori utama yaitu dynamic capabilities theory dan knowledge-based view (KBV) dalam menjelaskan bagaimana faktor-faktor internal seperti Islamic financial literacy intellectual capital dan working capital berpengaruh terhadap kinerja keuangan dan keberlanjutan usaha. Dynamic capabilities theory menekankan pentingnya kemampuan organisasi untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan dan memaksimalkan sumber daya internal yang dimiliki. Dalam konteks ini intellectual capital dan working capital berfungsi sebagai kapabilitas dinamis yang memungkinkan pengusaha mikro untuk menanggapi perubahan dalam pasar dengan cara yang lebih efisien dan efektif. Sementara itu knowledge-based view menekankan pentingnya Islamic financial literacy dan intellectual capital sebagai sumber daya utama pengetahuan dan keterampilan dalam menciptakan keunggulan kompetitif. Pengetahuan yang dimiliki pengusaha tentang pengelolaan keuangan syariah serta keterampilan yang diperoleh melalui pengalaman dapat menjadi aset penting dalam meningkatkan financial performance dan business sustainability. Dari sisi praktis pengusaha mikro di sektor kuliner khususnya yang berada dalam program pembiayaan mikro seperti Baznas Microfinance Desa dapat memperoleh manfaat dari pelatihan dan pendidikan tentang financial literacy yang berbasis pada prinsip syariah pengembangan keterampilan manajerial (termasuk dalam hal intellectual capital) dan pengelolaan modal kerja yang lebih efisien. Pemerintah dan lembaga pembiayaan mikro dapat lebih fokus pada kebijakan yang mendukung peningkatan kemampuan pengusaha mikro dalam hal-hal tersebut. Kebijakan yang lebih spesifik dapat memaksimalkan dampak positif terhadap financial performance dan keberlanjutan usaha seperti subsidi untuk modal kerja atau pelatihan kewirausahaan berbasis pengetahuan praktis. Kesimpulan penelitian ini mengungkapkan bahwa Islamic financial literacy intellectual capital working capital financial performance dan business sustainability saling berkaitan erat dengan peran penting government policy sebagai moderator. Islamic financial literacy meningkatkan kinerja keuangan dengan memperbaiki perencanaan pengeluaran sementara intellectual capital berkontribusi pada peningkatan profitabilitas melalui nilai religius dan reputasi yang baik. Pengelolaan modal kerja yang efektif terbukti sebagai faktor utama dalam keberlanjutan usaha meningkatkan efisiensi dan stabilitas bisnis. Kinerja keuangan yang baik juga mendukung keberlanjutan usaha dengan meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar. Selain itu kebijakan pemerintah tidak mempengaruhi hubungan antara literasi keuangan Islam dan kinerja keuangan namun memperkuat pengaruh intellectual capital terhadap kinerja keuangan dengan mendukung pelatihan dan jejaring usaha. Sementara itu kebijakan pemerintah belum berperan signifikan dalam pengelolaan modal kerja yang menunjukkan kebutuhan untuk penyesuaian kebijakan agar lebih mendukung mitra BMD dalam meningkatkan kinerja keuangan.