Tesis
Candra-pasêmon nêbus kêmbar mayang :wacana lintas dimensi dalam ritual pernikahan adat Jawa di Gunung Kawi / Fandy Romadhoni
Abstrak
Sastra lisan ikrar kajat nebus kembar mayang masih diucapkan dalam ritual pernikahan adat Jawa di Gunung Kawi. Fenomena ikrar kajat sebagai warisan budaya sastra juga berfungsi sebagai sarana edukasi nilai-nilai luhur yang tersampaikan dengan pola tradisi. Tuturan ikrar kajat yang cenderung cepat dan singkat mengakibatkan pendengar sulit memahami makna dan petuah yang disampaikan oleh juru ikrar. Berdasarkan fenomena tersebut penelitian ini difokuskan pada eksplorasi (1) struktur teks lisan (2) makna Candra dan (3) makna Pas ecirc mon teks ikrar kajat nebus kembar mayang. Pendekatan struktural dan wacana lintas dimensi diterapkan pada kajian teks ikrar kajat nebus kembar mayang. Pola struktural serta wacana tersebut disesuaikan dengan tinjauan gramatika bahasa Jawa. Rancangan penelitian sastra lisan ini berupa pendokumentasian teks lisan dengan analisis struktur teks dan makna simbolis pattern dalam bentuk satuan gramatika. Data berupa satuan gramatika kata dan frasa diperoleh dari hasil transkripsi teks lisan menjadi teks tulis. Hasil transkripsi juga disertai dengan teks terjemahan bahasa Indonesia untuk mempermudah pembacaan serta pemahaman wacana yang tersampaikan secara tersurat atau tersirat. Temuan struktur teks ditunjukan dengan fragmen nebus kembar mayang dan ikrar kajat. Struktur luar fragmen nebus kembar mayang terkonstruk dengan pola tanya jawab dan fragmen ikrar kajat terkonstruk dengan pola narasi simbolis. Ditemukan makna tersurat yaitu candra (1) ilahiah (2) astral dan (3) kehidupan pada struktur dalam. Pas ecirc mon (1) sangkan paran (2) kalusan dan (3) kahuripan dipaparkan sebagai bentuk wacana lintas dimensi yang tersampaikan secara tersirat.