Tesis
Pemodelan bangkitan dan tarikan kendaraan di perguruan tinggi Kabupaten Tulungagung / Mahmad Alfian Ni\'am
Abstrak
RINGKASAN Ni rsquo am Mahmad Alfian 2025. Pemodelan Bangkitan Dan Tarikan Kendaraan Di Perguruan Tinggi Kabupaten Tulungagung Tesis. Departemen Teknik Sipil Dan Perencanaan. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Ir. Henri Siswanto M.T (II) Dr. Ir. Dwi Siswahyudi M.T. Perguruan tinggi di Kabupaten Tulungagung berperan sebagai pusat aktivitas mahasiswa yang secara langsung berkontribusi terhadap peningkatan volume kendaraan di sekitar kawasan perguruan tinggi. Ketergantungan mahasiswa terhadap kendaraan pribadi disebabkan oleh beberapa faktor seperti keterbatasan transportasi umum kebutuhan fleksibilitas waktu serta preferensi terhadap kenyamanan dalam mobilitas. Kondisi ini mengakibatkan timbulnya permasalahan transportasi di sekitar lingkungan perguruan tinggi seperti kemacetan lalu lintas dan keterbatasan lahan parkir yang semakin kompleks. Oleh karena itu diperlukan suatu model bangkitan dan tarikan kendaraan yang dapat menganalisis pola pergerakan mahasiswa secara menyeluruh sebagai dasar dalam merumuskan strategi transportasi yang lebih efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini3bertujuan untuk 1) mengidentifikasi karakteristik responden 2) membuat model bangkitan dan tarikan kendaraan di perguruan tinggi Kabupaten Tulungagung menggunakan Structural Equation Modelling Penelitian3ini diawali dengan studi literatur guna mengumpulkan informasi yang relevan terkait model bangkitan dan tarikan perjalanan. Tahap selanjutnya adalah identifikasi permasalahan untuk merumuskan isu-isu yang teridentifikasi di lapangan secara sistematis. Data yang digunakan dalam penelitian terdiri atas data primer yang diperoleh melalui survei kepada mahasiswa serta data sekunder yang dihimpun dari lembaga atau instansi terkait. Seluruh data yang telah dikumpulkan dianalisis3menggunakan metode Structural3Equation3Modelling untuk mengkaji hubungan3antar3variabel yang memengaruhi pola perjalanan mahasiswa yang mencakup faktor-faktor seperti preferensi moda transportasi frekuensi perjalanan dan jarak tempuh. Dari Hasil penelitian ini diperoleh 1) Karakteristik responden menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki kendaraan pribadi berada pada rentang usia 19 - 20 tahun dan tinggal di lokasi yang membutuhkan moda transportasi untuk mengakses perguruan tinggi 2) model struktural dengan pendekatan SEM-PLS menghasilkan persamaan X2 0 747 X3 dan Y 0 265 X1 0 263 X2 0 460 X3. Nilai R sup2 sebesar 0 798 menunjukkan bahwa 79 8% variasi bangkitan dan tarikan kendaraan dijelaskan oleh sosiodemografis aksesibilitas dan infrastruktur sementara R sup2 aksesibilitas sebesar 0 559 menunjukkan pengaruh signifikan dari infrastruktur. Model ini juga memuat hubungan mediasi di mana aksesibilitas menjadi mediator antara infrastruktur dan bangkitan kendaraan dengan efek mediasi tidak langsung sebesar 0 196 yang menegaskan peran penting aksesibilitas dalam menghubungkan kualitas infrastruktur dengan mobilitas mahasiswa.