Disertasi
Pengembangan kerangka smart wellness tourism kearifan lokal berbasis blockchain dan artificial intelligence / Sunu Jatmika
Abstrak
Pariwisata kesehatan memiliki kontribusi signifikan terhadap devisa negara. Namun sektor ini menghadapi beberapa tantangan seperti rendahnya edukasi masyarakat ketidakseragaman standar layanan dan isu perlindungan data digital. Kurangnya pemahaman tentang layanan berkualitas serta fragmentasi informasi dan infrastruktur digital menghambat pertumbuhannya. Akibatnya kepercayaan wisatawan terhadap layanan wellness tourism masih rendah yang berdampak pada minimnya minat dan kunjungan wisatawan ke destinasi terkait. Untuk mengatasi tantangan tersebut penelitian ini bertujuan mengembangkan kerangka Smart Wellness Tourism berbasis kearifan lokal yang adaptif prediktif dan terpercaya guna meningkatkan kepercayaan wisatawan. Dalam konteks ini fokus pada kearifan lokal terbatas pada praktik dan layanan khas yang relevan secara langsung dengan pengalaman wellness tourism tanpa membahas aspek budaya secara menyeluruh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mencakup penerapan Artificial Neural Network (ANN ndash MLP) untuk memprediksi personalisasi layanan wisatawan. Selain itu BERT digunakan untuk mengembangkan chatbot kontekstual yang dapat memberikan informasi yang lebih relevan dan tepat. Untuk mendukung transparansi dan otomatisasi layanan teknologi blockchain juga dirancang dengan penerapan smart contract yang diuji melalui regresi linier untuk validasi awal hubungan antar variabel layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model MLP mampu memprediksi kebutuhan layanan dengan akurasi tinggi (R sup2 0 89). Chatbot BERT yang digunakan untuk pencocokan semantik dokumen juga menunjukkan skor kesamaan lebih dari 85% dan waktu respons di bawah 1 detik menandakan interaksi sistem yang cepat relevan dan kontekstual. Ketiga komponen teknologi ini saling melengkapi dalam membangun ekosistem layanan wellness digital yang otomatis dan adaptif terhadap pengguna. Selain itu teknologi blockchain diuji melalui smart contract untuk memetakan hubungan antar variabel layanan. Hasil regresi menunjukkan hubungan linier yang kuat antara reservasi dan kepuasan pelanggan (kemiringan 0 995 korelasi 0 927) meskipun uji ANOVA belum menunjukkan signifikansi (p 0 505). Temuan ini mengindikasikan potensi smart contract dalam membentuk logika layanan berbasis data. Waktu penambangan pada jaringan blockchain yang diuji menunjukkan performa yang konsisten dengan waktu penambangan rata-rata antara 2001 ms hingga 2013 ms meskipun terdapat variasi antar node dalam jaringan P2P. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada sedikit perbedaan dalam kecepatan pemrosesan teknologi blockchain dapat diterapkan secara efektif dalam mendukung otomatisasi layanan wellness yang adaptif. Namun aspek keamanan transparansi dan performa blockchain masih perlu diteliti lebih lanjut pada fase implementasi berikutnya (future work). Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan pada pengembangan kerangka teknologi cerdas untuk sektor wellness tourism yang kontekstual dan berbasis data. Integrasi teknologi AI dan blockchain berfungsi sebagai fondasi yang kuat untuk membangun sistem layanan digital yang lebih adaptif aman dan efisien. Hasil dari penelitian ini juga membuka jalan untuk penelitian lebih lanjut dalam tahap implementasi terutama terkait dengan peningkatan keamanan transparansi dan performa sistem dalam konteks wellness tourism.