Tesis
Ekspresi kultural dalam puisi karya siswa kelas VII SMP di Kota Bima / Imam Mauluddin
Abstrak
RINGKASAN Mauluddin Imam. (2025) Ekspresi Kultural dalam Puisi Karya Siswa Kelas VIII SMP di Kota Bima. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana Univeristas Negeri Malang. Dosen Pembimbing (I) Dr. Dwi Sulistyorini S.S. M.Hum. (II) Dr. Azizatuz Zahro S.Pd. M.Pd. Puisi sebagai salah satu bentuk karya sastra tidak hanya merekam perasaan dan pengalaman pribadi penulisnya tetapi juga menjadi media untuk merefleksikan lingkungan sosial dan budaya tempat ia tumbuh. Di kalangan siswa khususnya pada jenjang SMP puisi dapat menjadi sarana untuk mengekspresikan identitas nilai dan pandangan mereka terhadap budaya lokal. Dalam konteks Bima budaya yang kaya dengan tradisi simbol dan adat istiadat memberikan ruang yang luas bagi siswa untuk menggali dan menampilkan kekayaan budaya tersebut melalui bahasa puitis. Oleh karena itu Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis dan mendeskripsikan metakognitif siswa dalam menulis puisi kelas VIII SMP di Kota Bima (2) untuk mengidentifikasi dan menguraikan unsur-unsur sosiokultural daerah Bima yang terdapat dalam puisi karya siswa kelas VIII SMP di Kota Bima (3) menginventarisasi dan menginterpretasikan artefak budaya Bima yang terpresentasi dalam puisi karya siswa kelas VIII SMP di Kota Bima. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut digunakan metode kualitatif deskriptif dengan tujuan memberikan penjelasan secara mendalam terhadap data yang diperoleh Penelitian dilaksanakan di empat sekolah yakni SMPN 3 Kota Bima yang terdiri atas tiga kelas SMPN 4 Kota Bima yang terdiri atas lima kelas SMPN 5 Kota Bima yang terdiri atas tiga kelas SMPN 6 Kota Bima yang terdiri atas tiga kelas. Data dikumpulkan melalui pengumpulan puisi-puisi yang ditulis oleh siswa kelas VIII dengan bekerja sama langsung bersama guru Bahasa Indonesia di sekolah-sekolah terkait. dan dianalisis berdasarkan tiga aspek utama yaitu aspek metakognitif kultural aspek sosiokultural dan artefak budaya lokal. Dengan pendekatan ini peneliti dapat mengungkap ekspresi budaya dalam puisi siswa serta kaitannya dengan identitas lokal siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan tiga temuan utama. Pertama dari aspek metakognitif dengan tiga indikator yaitu (1) ekspresi kepahaman siswa dalam memahami dan merefleksikan ide-ide budaya lokal yang dituangkan dalam puisi (2) ekspresi kepahaman siswa dalam memilih kata-kata yang merepresentasikan nilai-nilai budaya Bima dan (3) Ekspresi kepahaman siswa terhadap proses berpikir dalam menciptakan puisi terkait tema budaya lokal. Kedua dari aspek sosiokultural dengan tiga indikator yaitu (1) ekspresi siswa dalam menggambarkan hubungan sosial dan budaya masyarakat Bima melalui puisi (2) representasi nilai norma dan tradisi budaya Bima dalam puisi serta (3) kepekaan siswa terhadap isu-isu sosial di lingkungan sekitar yang berkaitan dengan budaya bima. Ketiga dari aspek artefak dengan dua indikator yaitu (1) penggunaan unsur budaya lokal Bima seperti simbol atau benda budaya dalam puisi karya siswa dan (2) referensi terhadap tempat atau objek budaya khas Bima yang menjadi bagian dari puisi. Integrasi ini menunjukkan bahwa puisi yang dihasilkan merupakan representasi autentik dari identitas dan warisan budaya lokal yang dimiliki oleh generasi muda. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh integrasi budaya lokal Bima dalam pembejaran puisi di jenjang SMP khususnya kelas VIII memiliki potensi sebagai sarana untuk menanamkan pemahaman dan kecintaan terhadap budaya lokal melalui aktivitas kreatif dalam menulis puisi. Hal ini menegaskan pentingnya pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek kebahasaan tetapi juga pada penguatan nilai-nilai budaya daerah. Oleh karena itu disarankan agar pengajaran sastra dikembangkan secara kontekstual selaras dengan karakter dan kekayaan budaya lokal. Dengan demikian siswa tidak hanya terampil dalam berbahasa tetapi juga memiliki rasa bangga dan kepedulian terhadap identitas budaya mereka khususnya budaya Bima.