Tesis
Pengaruh continuing professional development dan job crafting terhadap kinerja guru melalui motivasi kerja di sekolah menengah atas negeri kota Malang / Mohamad Irvan Muzakky
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh inkonsistensi hasil studi sebelumnya mengenai pengaruh Continuing Professional Development (CPD) motivasi kerja dan job crafting terhadap kinerja guru yang dipengaruhi oleh perbedaan kondisi geografis budaya sekolah dan lingkungan kerja. Fokus penelitian diarahkan pada guru-guru di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Kota Malang yang memiliki peran penting dalam menunjang mutu pendidikan. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif penelitian ini menggunakan jalur analisis langsung tidak langsung dan simultan. Jalur langsung digunakan untuk melihat hubungan langsung antar variabel jalur tidak langsung digunakan untuk menelusuri peran motivasi kerja sebagai mediator dan jalur simultan digunakan untuk menilai pengaruh kolektif seluruh variabel terhadap kinerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan pelaksanaan continuing professional development motivasi kerja guru job crafting dan kinerja guru di SMAN Kota Malang. (2) Menjelaskan pengaruh continuing professional development terhadap kinerja guru di SMAN Kota malang. (3) Menjelaskan pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMAN Kota di Malang. (4) Menjelaskan pengaruh job crafting terhadap kinerja guru di SMAN Kota Malang. (5) Menjelaskan pengaruh continuing professional development terhadap motivasi kerja di SMAN Kota Malang. (6) Menjelaskan pengaruh job crafting terhadap motivasi kerja di SMAN Kota Malang. (7) Menjelaskan pengaruh continuing professional development terhadap kinerja guru melalui motivasi kerja di SMAN Kota Malang. (8) Menjelaskan pengaruh continuing professional development terhadap kinerja guru melalui job crafting di SMAN Kota Malang. (9) Menjelaskan pengaruh continuing professional development dan job crafting terhadap kinerja guru melalui motivasi kerja di SMAN Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kausalitas non-eksperimental. Pendekatan ini dipilih karena penelitian bertujuan untuk menguji hubungan pengaruh antar variabel tanpa melakukan manipulasi serta untuk memahami pola keterkaitan yang terjadi di antara variabel CPD motivasi kerja job crafting dan kinerja guru. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada guru di SMAN Kota Malang dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) untuk menelusuri pengaruh langsung tidak langsung dan simultan antar variabel. Penelitian ini juga bersifat deskriptif kausalitas yang tidak hanya menjelaskan hubungan antar variabel tetapi juga memberikan gambaran umum mengenai karakteristik masing-masing variabel dalam konteks pendidikan menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) CPD motivasi kerja job crafting dan kinerja guru berada pada kategori tinggi secara deskriptif (2) CPD tidak memiliki pengaruh langsung terhadap kinerja guru melainkan berpengaruh secara signifikan melalui motivasi kerja (3) Job crafting dan motivasi kerja menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan terhadap kinerja dan (4) CPD dan job crafting berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja (5) Analisis simultan mengungkapkan bahwa ketiga variabel tersebut CPD motivasi kerja dan job crafting secara bersama-sama mampu memengaruhi peningkatan kinerja guru. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar kepala sekolah dan kepala dinas pendidikan merancang program pengembangan profesional (CPD) yang tidak sekadar bersifat administratif melainkan disusun secara kontekstual dan relevan dengan kebutuhan guru. Mengingat CPD tidak berdampak langsung terhadap kinerja guru namun berpengaruh melalui motivasi kerja maka upaya penguatan motivasi menjadi hal penting antara lain melalui apresiasi dukungan moril serta evaluasi berkelanjutan. Sekolah juga perlu menciptakan lingkungan yang mendorong guru untuk melakukan job crafting sehingga mereka merasa lebih berdaya dalam menjalankan tugasnya. Pelatihan yang aplikatif dan berbasis kebutuhan lapangan dinilai lebih efektif dalam meningkatkan kompetensi guru. Selain itu penelitian ini membuka peluang untuk studi lanjutan di wilayah atau jenjang pendidikan lain serta menggunakan pendekatan metode campuran guna memahami lebih dalam faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan CPD terhadap peningkatan kinerja guru. Berdasarkan temuan penelitian disarankan kepada (1) Kepala sekolah untuk memastikan bahwa pelaksanaan CPD tidak hanya bersifat administratif tetapi relevan dengan kebutuhan guru serta disertai penguatan motivasi melalui apresiasi dukungan moral dan evaluasi berkelanjutan (2) Kepala Dinas Pendidikan disarankan agar merumuskan kebijakan CPD yang lebih substantif dan kontekstual serta mendorong motivasi guru melalui pelatihan yang aplikatif dan sistem evaluasi terstruktur (3) Guru diharapkan mampu mengoptimalkan hasil CPD dalam praktik pembelajaran menjaga motivasi kerja dan melakukan job crafting sesuai kekuatan dan nilai pribadi untuk meningkatkan keterlibatan dan kinerja (4) Peneliti selanjutnya untuk melakukan studi lanjutan di jenjang pendidikan lain dengan pendekatan metode campuran guna menggali lebih dalam faktor-faktor kontekstual yang memengaruhi efektivitas CPD.