Disertasi
Pengaruh model pembelajaran B-STAD terhadap kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari regulasi diri mahasiswa PGSD/ Arif Mahya Fanny
Abstrak
Proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital bertumbuh kian dinamis blended learning telah muncul sebagai cara yang menjanjikan untuk mendorong menarik pengalaman belajar interaktif. Model pembelajaran B-STAD merupakan model pembelajaran STAD yang diintegrasikan dalam setting Blended model tersebut meningkatkan kemampuan pemecahan masalah namun regulasi diri mahasiswa sangat berperan terhadap proses pembelajaran ketika asinkronus atau pembelajaran secara mandiri. Kemampuan pemecahan masalah menjadi aktivitas mental kompleks yang terdiri dari berbagai keterampilan dan aktivitas kognitif. Sehingga penerapan pembelajaran memanfaatkan teknologi harus direncanakan serta diupayakan dengan matang dan hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model B-STAD terhadap kemampuan pemecahan mahasiswa PGSD pengaruh model B-STAD terhadap kemampuan pemecahan ditinjau dari tingkat regulasi diri mahasiswa PGSD dan pengaruh interaksi antara model B-STAD dan regulasi diri terhadap kemampuan pemecahan masalah mahasiswa PGSD. Bentuk desain penelitian Quasi Experimental Design menggunakan The Matching Only Posttest Only Control Group Design karena pada penelitian ini tidak menggunakan tes awal (pretest) tetapi hanya menggunakan tes akhir (posttest). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu factorial desain 2x3 dengan maksud untuk mengetahui pengaruh dua variabel bebas terhadap variabel terikat. Penelitian ini menggunakan subjek penelitian seluruh mahasiswa PGSD angkatan 2022. Penetuan sampel menggunakan teknik cluster sampling. Kelompok eksperimen (n 90) menerapakan model pembelajaran B-STAD sedangkan kelompok kontrol (n 96) menggunakan model. Pengumpulan data menggunakan tes sebanyak 7 butir soal yang mewakili indikator kemampuan pemecahan masalah mahasiswa dan angket regulasi diri sebanyak 37 butir soal. Tes prasyarat termasuk tes normalitas dan homogenitas. karena sampel penelitian lebih dari 30 tes Kolmogorov-Smirnov digunakan untuk memeriksa normalitasnya. Tes homogenitas dilakukan dengan menguji varians menggunakan metode tes Levene. Tes normalitas dan homogenitas menggunakan tingkat signifikansi 5%. Setelah melakukan tes prasyarat langkah selanjutnya adalah menguji hipotesis. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan analisis multivariat. Hasil penelitian disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah yang diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran B-STAD lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol menggunakan model STAD. Terdapat perbedaan signifikan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa ditinjau dari regulasi diri dimana mahasiswa dengan regulasi diri tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dibandingkan mahasiswa dengan regulasi diri sedang dan rendah. Sedangkan mahasiswa dengan regulasi diri sedang menunjukan hasil kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dari mahasiswa dengan regulasi diri yang rendah. Selanjtnya tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan regulasi diri terhadap kemampuan pemecahan masalah mahasiswa PGSD. Efektivitas model pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa bisa berbeda tergantung pada tingkat regulasi diri mahasiswa tersebut.