Tesis
Pengembangan bahan ajar menulis teks eksposisi bermuatan kearifan lokal Kabupaten Bantaeng dengan strategi ekspedisi bagi peserta didik kelas X SMA / Kiki Reski
Abstrak
Reski Kiki. 2025. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Teks Eksposisi Bermuatan Kearifan Lokal Kabupaten Bantaeng dengan Strategi EKSPEDISI bagi Peserta Didik Kelas X SMA. Tesis. Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. H. Nurhadi M.Pd. dan Prof. Dr. Kusubakti Andajani M.Pd. Kata Kunci bahan ajar teks eksposisi kearifan lokal strategi EKSPEDISI Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar menulis teks eksposisi terintegrasi dengan kearifan lokal Kabupaten Bantaeng bagi peserta didik kelas X SMA. Pembelajaran bahasa Indonesia dalam Kurikulum Merdeka menuntut penguasaan empat keterampilan berbahasa salah satunya adalah menulis keterampilan berbahasa produktif menghasilkan sebuah teks. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara diketahui bahwa realitas di lapangan menunjukkan bahwa banyak peserta didik mengalami kesulitan dalam menulis teks eksposisi. Keterbatasan bahan ajar yang relevan dengan konteks lokal dan strategi pembelajaran yang kurang variatif turut menjadi faktor penyebab rendahnya minat belajar peserta didik. Oleh karena itu diperlukan inovasi dalam pengembangan bahan ajar yang tidak hanya fokus pada penguasaan teori tetapi juga mampu mengintegrasikan materi dengan kehidupan nyata peserta didik. Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran menulis teks eksposisi menjadi solusi untuk memperkaya materi dan meningkatkan kecintaan peserta didik pada budaya daerahnya. Melalui penelitian pengembangan ini diharapkan bahan ajar dapat menjadi media yang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran secara optimal.Pengembangan bahan ajar ini dilakukan dengan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Proyek (PJBL) yang diturunkan menjadi strategi baru bernama EKSPEDISI. Strategi ini merupakan akronim dari sembilan langkah pembelajaran menulis teks eksposisi (Eksplorasi tema Kumpulkan bukti Sketsa ide Padu paragraf Evaluasi sejawat Draf ulang Ilustrasi kreatif Sajikan karya dan Introspeksi). Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Prosedur penelitian pengembangan ini mencakup lima tahap yakni tahap analisis desain pengembangan implementasi dan evaluasi produk. Tahap analisis dilakukan dengan studi pendahuluan analisis kurikulum serta analisis kebutuhan guru dan peserta didik melalui wawancara dan penyebaran angket prapengembangan kepada peserta didik kelas X SMA. Hasil dari analisis kebutuhan tersebut menjadi dasar dalam merancang draf bahan ajar yang berfokus pada kegiatan pramenulis menulis dan pascamenulis. Desain bahan ajar juga memperhatikan aspek penilaian Buku Teks Pendamping (BTP) tahun 2022 mencakup kelayakan isi penyajian bahasa dan kegrafikaan. Dengan demikian strategi EKSPEDISI ini dirancang secara sistematis untuk menuntun peserta didik agar berperan aktif dalam menemukan mengurai dan menyampaikan hasil karya mereka. Produk yang dihasilkan dari penelitian ini adalah sebuah buku pendamping berjudul ldquo Kenali Daerahmu Lewat Teks Eksposisi rdquo yang berisi tiga unit pembelajaran. Bahan ajar ini dirancang untuk memfasilitasi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan menulis teks eksposisi yang terintegrasi dengan kearifan lokal Kabupaten Bantaeng. Setiap unit pembelajaran mencakup kegiatan pramenulis menulis dan pascamenulis yang disesuaikan dengan langkah-langkah pembelajaran strategi EKSPEDISI. Materi yang disajikan dalam bahan ajar disusun secara runtut konsisten logis dan koheren dengan tingkat kesulitan yang meningkat secara bertahap. Penelitian dan pengembangan ini ditinjau dari aspek isi struktur penyajian bahasa dan desain produk berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa isi bahan ajar relevan dan kontekstual dengan budaya lokal struktur pembelajaran tersusun sistematis melalui tahap pramenulis menulis dan pascamenulis serta penyajian materi interaktif dengan ilustrasi dan latihan variatif. Dari aspek bahasa produk menggunakan kalimat komunikatif sesuai kaidah meskipun beberapa istilah teknis masih perlu penjelasan tambahan. Desain produk dinilai menarik dengan tipografi konsisten dan visualisasi lokal yang memperkuat keterbacaan. Penerapan strategi EKSPEDISI dinilai memiliki keunggulan dalam mendorong keterlibatan aktif peserta didik mengaitkan pengalaman lokal dengan keterampilan menulis serta menumbuhkan berpikir kritis mulai dari kegiatan ekplorasi tema kumpulkan bukti sketsa ide padu paragraf evaluasi teman sejawat draf ulang ilustrasi kreatif sajikan karya hingga introspeksi. Uji produk dilakukan dengan dua tahap yaitu uji kelayakan dan uji lapangan. Hasil analisis uji kelayakan oleh ahli bahan ajar ahli materi dan praktisi menunjukkan bahwa tingkat kelayakan bahan ajar yang dihasilkan sangat layak dari aspek isi penyajian kebahasaan grafika dan integrasi kearifan lokal. Hasil uji kelayakan pada aspek isi memperoleh nilai rata-rata 88% (sangat layak) pada aspek penyajian bahan ajar memperoleh nilai rata-rata 91% (sangat layak) pada aspek kebahasaan bahan ajar memperoleh nilai rata-rata 87% (sangat layak) pada aspek grafika memperoleh nilai rata-rata 92% (sangat layak) pada aspek integrasi bahan ajar dengan kearifan lokal Kabupaten Bantaeng memperoleh nilai rata-rata 88% (sangat layak). Hasil uji lapangan berdasarkan respon peserta didik memperoleh nilai rata-rata 93% (sangat layak) menunjukkan bahwa bahan ajar berhasil menciptakan pembelajaran yang menarik dan bermakna. Berdasarkan hasil uji tersebut bahan ajar menulis teks eksposisi bermuatan kearifan lokal Kabupaten Bantaeng dengan strategi EKSPEDISI dapat digunakan dan dimanfaatkan dalam pembelajaran menulis teks eksposisi.