Tesis
Penalaran kovariasi siswa dalam mengonstruksi grafik fungsi pada masalah filling bottle / Fitri Annisa
Abstrak
Penalaran kovariasi adalah penalaran yang berfokus pada kemampuan individu untuk menemukan hubungan antara dua variabel yang berubah secara simultan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjabarkan penalaran kovariasi siswa dalam mengonstruksi grafik fungsi pada masalah filling bottle. Peneliti menggunakan kerangka kerja milik Kertil dalam menganalisis penalaran kovariasi siswa. Terdapat tiga aspek penalaran kovariasi yang dianalisis yaitu mengidentifikasi variabel cara mengoordinasikan variabel dan mengkuantifikasi laju perubahan. Sebelum penalaran kovariasi dibahas secara rinci hasil pekerjaan siswa akan diamati berdasarkan tahapan penyelesaian masalah yang merupakan kerangka kerja dari Polya. Tahapan tersebut dimulai dari memahami masalah menyusun rencana melaksanakan rencana dan memeriksa kembali. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Instrumen yang digunakan adalah lembar tugas filling bottle dan pedoman wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah empat siswa kelas XI yang dipilih secara purposive sampling dengan mempertimbangkan kriteria berikut (1) telah menempuh materi tentang grafik fungsi (2) memiliki kemampuan matematika yang baik (3) memiliki kemampuan komunikasi yang baik (4) dapat mengonstruksi seluruh grafik pada masalah filling bottle dan (5) menunjukkan indikator penalaran kovariasi dalam jawaban tertulis. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik kondensasi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) cara siswa memahami masalah filling bottle dapat memengaruhi kemampuan mereka dalam mengidentifikasi variabel (2) kemampuan siswa dalam menghubungkan volume air dan tinggi air dapat memengaruhi cara mereka dalam menyusun strategi penyelesaian (3) kemampuan siswa dalam memahami laju perubahan yang terjadi antara volume air dan tinggi air dapat memengaruhi fokus siswa dalam menentukan kecuraman dan kelandaian grafik. (4) melakukan pemeriksaan kembali terhadap hasil konstruksi grafik pada masalah filling bottle dapat membantu guru untuk mengonfirmasi cara bernalar siswa dalam mengkuantifikasi laju perubahan.