Disertasi
Strategi metakognitif mahasiswa asing dalam menulis akademik bahasa indonesia / Nia Budiana
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap secara mendalam penerapan strategi metakognitif oleh mahasiswa asing dalam proses penulisan karya tulis ilmiah berbahasa Indonesia di Program BIPA Universitas Negeri Malang. Fokus penelitian ini mencakup tiga aspek utama perencanaan pemantauan dan evaluasi strategi metakognitif dalam menulis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data 11 mahasiswa asing tingkat menengah dari Program BIPA Universitas Negeri Malang. Analisis data menggunakan model Mills and Hubberman yang meliputi reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan variasi signifikan pola strategi metakognitif yang dipengaruhi oleh latar belakang geografis-kultural mahasiswa. Pada tahap perencanaan mahasiswa Afrika mendemonstrasikan pendekatan sistematis dan analitis dengan kemampuan abstraksi matang menggunakan metode formal seperti kuesioner terstruktur dan triangulasi data. Sebaliknya mahasiswa Asia Tenggara menunjukkan pendekatan lebih hati-hati dan sensitif terhadap konteks sosial- budaya lokal dengan metode pengumpulan informasi yang lebih sederhana. Kedua kelompok menunjukkan komitmen sama terhadap validasi informasi melalui konsultasi akademis. Tahap pemantauan mengungkapkan kompleksitas tiga dimensi utama retorika linguistik dan kognitif. Mahasiswa Afrika menunjukkan kesadaran audiens lebih tinggi sebagai kompensasi keterbatasan bahasa. Mahasiswa Asia Selatan mengalami kesalahan linguistik paling kompleks akibat strategi penerjemahan harfiah sementara mahasiswa Asia Tenggara memperlihatkan kesalahan minimal karena kedekatan rumpun bahasa. Pemantauan kognitif mengidentifikasi tujuh strategi adaptif penyusunan kerangka pencarian informasi daring observasi-wawancara diskusi dengan guru dan mitra bahasa penggunaan Google Translate penyalinan struktur kalimat dan revisi berdasarkan umpan balik. Tahap evaluasi mencerminkan kesadaran reflektif yang bervariasi sesuai latar budaya akademik. Mahasiswa Asia Tenggara menunjukkan intensitas tertinggi dalam revisi dan diskusi kolaboratif. Mahasiswa Afrika menitikberatkan pada koherensi argumen dan akurasi budaya sedangkan mahasiswa Asia Selatan bersifat pragmatis dengan fokus pada kesesuaian struktur dan isi. Konsultasi dengan pengajar menjadi komponen krusial dengan fokus perbaikan yang disesuaikan kebutuhan masing-masing kelompok. Penelitian ini menegaskan bahwa strategi metakognitif mahasiswa asing tidak hanya mencerminkan kemampuan teknis tetapi juga dipengaruhi oleh tradisi akademik regional sensitivitas budaya dan adaptasi terhadap ekspektasi komunitas akademik Indonesia. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam perumusan pendekatan pedagogis BIPA yang lebih adaptif dan berbasis strategi metakognitif untuk meningkatkan kualitas penulisan ilmiah mahasiswa asing.