Tesis
Pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan untuk menguatkan proses pembelajaran dan mutu pendidikan pada jurusan tata boga (studi multi situs SMKN 3 Malang dan SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi) / Nanda Santin Permatasari
Abstrak
Pengelolaan sarana dan prasarana memegang peranan penting dalam mendukung kualitas pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) khususnya pada jurusan Tata Boga yang menitikberatkan pada pembelajaran berbasis praktik. Ketersediaan peralatan memasak serta fasilitas penunjang lain yang memadai dan dikelola secara optimal akan meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai keterampilan kuliner sesuai tuntutan dunia kerja. Lingkungan praktik yang aman dan sesuai standar industri hanya dapat terwujud melalui pengelolaan sarana dan prasarana yang sistematis dan berkelanjutan. Fenomena ini mendorong peneliti untuk menelaah lebih jauh bagaimana dua sekolah yakni SMK Negeri 3 Malang dan SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi mengelola fasilitas pembelajaran mereka dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan kejuruan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan proses pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan yang meliputi aspek perencanaan pengorganisasian implementasi dan pengawasan pada jurusan Tata Boga di kedua sekolah tersebut. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengelolaan sarana dan prasarana mendukung efektivitas proses pembelajaran serta mencerminkan kesiapan institusi dalam mencetak lulusan yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi situs. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam observasi partisipatif dan dokumentasi terhadap berbagai pihak yang terlibat dalam pengelolaan sarana dan prasarana seperti kepala sekolah wakil kepala bidang sarana prasarana kepala jurusan dan tenaga laboratorium. Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif yaitu dengan membandingkan praktik pengelolaan di kedua sekolah untuk memperoleh pemahaman yang utuh dan mendalam terhadap pola manajemen yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua sekolah telah menerapkan pengelolaan sarana dan prasarana secara sistematis meskipun terdapat perbedaan pendekatan dan strategi. Perencanaan dilakukan berdasarkan kebutuhan riil pembelajaran praktik dan masukan dari dunia industri. Pengorganisasian melibatkan banyak pihak dengan pembagian peran yang jelas bahkan SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi telah menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001 2015. Implementasi sarana dan prasarana telah terintegrasi dalam proses pembelajaran meskipun masih dihadapkan pada keterbatasan jumlah dan kondisi alat. Pengawasan dan evaluasi dilakukan secara berkala melalui sistem pelaporan dan dokumentasi yang terstruktur. Keduanya menunjukkan keseriusan dalam menjaga keberlangsungan fungsi sarana dan prasarana untuk mendukung mutu pembelajaran. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan sarana dan prasarana pada jurusan Tata Boga di SMKN 3 Malang dan SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi telah dilakukan dengan efektif dan mendukung peningkatan mutu pendidikan vokasi. Perbedaan yang ada lebih bersifat teknis dan administratif namun prinsip efisiensi orientasi industri dan peningkatan kualitas lulusan menjadi landasan bersama dalam pengelolaan fasilitas pendidikan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan manajemen sarana dan prasarana di SMK lainnya khususnya yang memiliki jurusan kuliner. Penelitian ini memberikan saran yang strategis bagi penguatan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di jurusan Tata Boga. Untuk SMKN 3 Malang disarankan meningkatkan keterlibatan dunia usaha dan industri (DUDI) dalam perencanaan sarpras menyusun rencana pengembangan yang visioner memperkuat kapasitas teknisi dan laboran serta mengoptimalkan sistem inventarisasi digital dan pelaporan berbasis aplikasi. Untuk SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi perencanaan sarpras perlu memperhatikan tracer study alumni dan tren kuliner terkini menyusun roadmap pengembangan Teaching Factory memperluas partisipasi guru produktif dalam pengambilan keputusan serta memperkuat pengawasan dengan dukungan sistem pelaporan digital. Sedangkan untuk kepala jurusan tata boga peran koordinasi dengan sekolah dan industri perlu diperkuat disertai inovasi dalam pemanfaatan fasilitas serta pengawasan perawatan sarpras. Waka sarpras diharapkan mampu melakukan inventarisasi terstruktur menyusun program pengadaan dan pemeliharaan yang tepat sasaran serta berkolaborasi erat dengan kepala jurusan. Guru diharapkan kreatif dalam memanfaatkan sarpras dengan pendekatan berbasis proyek serta aktif memberikan masukan terkait kondisi peralatan. Dan yang terakhir bagi peneliti selanjutnya disarankan memperluas cakupan penelitian ke SMK di daerah lain menggunakan pendekatan kuantitatif atau mixed methods serta mengeksplorasi integrasi sarpras dengan teknologi industri 4.0