Tesis
Pemberian scaffolding kepada siswa sekolah inklusi dalam menyelesaikan masalah bilangan pecahan / Anida Nafis Qotrunnada
Abstrak
RINGKASAN Qotrunnada Anida Nafis. 2024. Pemberian Scaffolding Kepada Siswa Sekolah Inklusi dalam Menyelesaikan Masalah Bilangan Pecahan. Tesis Jurusan Pendidikan Dasar Program Studi Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Siti Faizah S.Pd . M.Pd. (2) Dr. Mardhatillah S.Pd.I. M.Pd Kata Kunci Scaffolding Sekolah Inklusi Bilangan Pecahan Pendidikan inklusi merupakan pendidikan spesial dengan adanya program kesamaan menerima hak dalam pendidikan. Kesulitan belajar bilangan pecahan siswa ditemukan pada siswa reguler maupun peserta didik berkebutuhan khusus. Kesulitan belajar bilangan pecahan memberikan kesalahan dalam proses pemecahan masalahan bilangan pecahan. Mengatasi kesulitan tersebut diberikan scaffdoling untuk membantu siswa belajar secara mandiri menemukan kesalahan dan perbaikan yang tepat. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan (1) bagaimana proses pemberian scaffolding pada siswa berkebutuhan khusus dalam operasi bilangan pecahan dan (2) bagaimana proses pemberian scaffolding pada siswa reguler dengan kesulitan dalam operasi bilangan pecahan. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek pada penelitian ini yaitu guru mata pelajaran matematika dan guru shadow dengan katagori peserta didik berkebutuhan khusus yang didampingi berdiagnosa slow learner dan intelektual disabilitas ringan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen tes tertulis wawancara observasi dan dokumentasi. Peneliti menganalisis data yang telah didapat dari sumber data primer yaitu guru pelajaran matematika dan guru shadow maupun sumber data sekunder yaitu siswa reguler dengan kemampuan rendah dan peserta didik berkebutuhan khusus. Analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu data collection data display dan conclusions drawing/verifying. Intrumen penelitian yang digunakan yaitu intrumen tes intrumen observasi intrumen wawancara dan instrument studi dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian menunjukkan bahwa pemberian scaffdoling untuk siswa reguler dan peserta didik berkebutuhan khusus melalui scaffolding teori Angheleri. Memberikan strategi pembelajaran yang tepat merupakan kunci guru dalam mengatasi kesulitan siswa. Strategi yang digunakan guru mata pelajaran matematika dalam mengatasi kesulitan dengan melaksanakan pembelajaran secara klasikal menggunakan pendekatan student center. Guru memberikan kesempatan lebih pada siswa reguler berkesulitan dengan menulis kembali dan menata ulang bersama-sama di depan kelas. Guru shadow menggunakan strategi pembelajaran yang disesuaikan kesalahan siswa dengan memberikan scaffolding. Pemberian scaffolding pada peserta didik berkebutuhan khusus menggambaran gaya belajar yang dapat membantu dalam mengatasi kesulitan. Peserta didik berkebutuhan khusus cenderung memiliki gaya belajar visual dan linguistik.