Skripsi
Kompetensi literasi digital pustakawan sekolah negeri tingkat smp/mts di kota kediri / Farhatul Maulida Azizah
Abstrak
Pentingnya literasi digital bagi pustakawan di era transformasi digital untuk mendukung pengelolaan informasi dan pembelajaran. Kompetensi literasi digital mencakup delapan komponen berdasarkan teori Hague amp Payton (2010) yaitu keterampilan fungsional kreativitas kolaborasi komunikasi kemampuan menemukan dan memilih informasi berpikir kritis pemahaman sosial budaya dan keamanan elektronik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 30 pustakawan dari 12 SMP/MTS negeri di Kota Kediri. Data dianalisis secara statistik deskriptif untuk mengukur tingkat kompetensi literasi digital berdasarkan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pustakawan memiliki tingkat kompetensi literasi digital yang tinggi terutama dalam aspek kolaborasi. Namun masih terdapat kendala signifikan dalam pengelolaan perpustakaan seperti keterbatasan SDM berlatar belakang pustakawan fasilitas yang belum memadai beban kerja ganda serta minimnya dukungan manajerial. Untuk mengoptimalkan kompetensi tersebut diperlukan strategi sistematis berupa pelatihan berkelanjutan penguatan peran pustakawan evaluasi kinerja dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan seperti Dinas Pendidikan. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan literasi kepustakawanan untuk melengkapi keterampilan digital agar pengelolaan perpustakaan sekolah dapat berjalan profesional adaptif dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21