Disertasi
Pengembangan model pembelajaran mind mapping, exploration, explanation, discovery, application, communication, dan evaluation (meedace) untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan hasil belajar kognitif siswa SMA / Zuraida
Abstrak
Abad ke-21 siswa dituntut memiliki keterampilan yang relevan untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks akibat pesatnya kemajuan teknologi dan arus informasi yang memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan termasuk pendidikan. Pendidikan abad ke-21 bertujuan melatih dan memberdayakan siswa agar siap menghadapi perubahan dan tantangan masa depan dengan membekali mereka kemampuan belajar dan berinovasi memanfaatkan teknologi informasi serta bekerja secara kolaboratif dan adaptif dalam berbagai konteks. Kunci penting untuk memenuhi tuntutan abad ke-21 adalah penguasaan keterampilan berpikir tingkat tinggi khususnya berpikir kritis dan kreatif serta pencapaian hasil belajar kognitif. Keterampilan berpikir kritis membantu siswa menilai informasi secara objektif menganalisis argumen dan mengambil keputusan logis sedangkan keterampilan berpikir kreatif mendorong lahirnya ide-ide baru dan solusi inovatif dari berbagai sudut pandang. Kolaborasi antara keterampilan berpikir kritis dan kreatif akan saling melengkapi jika dikembangkan secara bersamaan mampu memperkuat pemahaman konseptual yang mendalam sekaligus fleksibel sehingga pada akhirnya meningkatkan kualitas hasil belajar kognitif siswa secara menyeluruh. Berdasarkan fakta di lapangan keterampilan berpikir kritis dan kreatif serta hasil belajar kognitif siswa masih tergolong rendah. Rendahnya keterampilan berpikir kritis disebabkan oleh dominasi pembelajaran tradisional yang menitikberatkan pada hafalan dan pola pembelajaran satu arah yang kurang memberi ruang bagi pemberdayaan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Siswa kurang dilatih untuk berpikir kritis sebagai sarana memecahkan masalah yang relevan dengan kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar. Keterampilan berpikir kreatif juga belum dilatih secara eksplisit di kelas padahal kemampuan ini penting untuk menghasilkan ide-ide baru dan solusi inovatif. Hasil belajar kognitif pun cenderung terfokus pada aspek berpikir tingkat rendah (low-order thinking skills) dan belum diberdayakan secara komprehensif. Permasalahan tersebut dibutuhkan inovasi model pembelajaran yang mampu mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis kreatif serta hasil belajar kognitif secara terpadu sebagai bekal menghadapi tuntutan abad ke-21. Alternatif solutif di antaranya melalui pembelajaran berpusat pada siswa (student-centered learning) yang memungkinkan keterlibatan aktif dalam proses belajar. Model pembelajaran mind mapping exploration explanation discovery application communication dan evaluation (MEEDACE) dikembangkan dengan landasan teori konstruktivis kognitif pemrosesan informasi dan pembelajaran bermakna. Model ini merupakan hasil modifikasi dari model engagement exploration explanation elaboration dan evaluation (Learning Cycle 5E) yang dibantu dengan strategi mind mapping untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis kreatif dan hasil belajar kognitif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran yang valid praktis dan efektif sehingga layak untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis berpikir kreatif dan hasil belajar kognitif siswa. Pengembangan model MEEDACE merujuk ADDIE (2009) yang terdiri dari lima tahapan sistematis yaitu analisis (analyze) desain (design) pengembangan (develop) implementasi (implement) dan evaluasi (evaluate). Uji keefektifan produk dilakukan melalui desain kuasi-eksperimen dengan tiga kelompok perlakuan yaitu kelas eksperimen (menggunakan model MEEDACE) kelas kontrol positif (menggunakan LC 5E) dan kelas kontrol negatif (menggunakan pembelajaran konvensional). Instrumen penelitian meliputi (1) lembar validasi terhadap buku model pembelajaran perangkat pembelajaran (modul ajar dan LKPD) serta instrumen tes (keterampilan berpikir kritis kreatif dan hasil belajar kognitif) (2) lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan (3) angket respons siswa Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) model pembelajaran MEEDACE dinyatakan valid dengan skor rata-rata yakni buku model (95 53) modul ajar (96 53) LKPD (95 07) materi (98 00) soal tes berpikir kritis (96 33) soal tes berpikir kreatif (94 33) dan tes hasil belajar kognitif (97 07) (2) Model MEEDACE tergolong praktis berdasarkan keterlaksanaan pembelajaran (99 94%) dan respons siswa (94 93%) serta (3) Model MEEDACE terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis berpikir kreatif dan hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran Biologi ditunjukkan oleh hasil uji ANACOVA yang signifikan (p lt 0 05). Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran MEEDACE beserta perangkat dan instrumen pendukungnya telah memenuhi kriteria valid praktis dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran Biologi di tingkat SMA. Model MEEDACE direkomendasikan sebagai alternatif pendekatan pembelajaran inovatif yang dapat diimplementasikan untuk memberdayakan keterampilan berpikir tingkat tinggi (kritis dan kreatif) dan meningkatkan hasil belajar siswa secara menyeluruh.