Tesis
Pengembangan media pembelajaran augmented reality untuk meningkatkan aktivitas belajar pada model pembelajaran missouri mathematics project / Muhammad Fakhri
Abstrak
Kurikulum merdeka didefinisikan sebagai kurikulum yang mendukung pemanfaatan teknologi di era digitalisasi untuk membangun pemahaman peserta didik terhadap pentingnya penggunaan teknologi di era Society 5.0. Mata pelajaran matematika perlu diberikan perhatian khusus dalam pengimplementasian teknologi khususnya media pembelajaran digital. Cara yang digunakan oleh sebagian pendidik untuk menuntaskan permasalahan matematika peserta didik seperti nilai tes kemampuan berpikir kritis keaktifan dan lain sebagainya adalah dengan memilih dan mengimplementasikan model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Model pembelajaran Missouri Matematics Project (MMP) mampu meningkatkan kemampuan matematika peserta didik seperti kemampuan berpikir kritis. Namun model pembelajaran MMP perlu diintegrasikan dengan teknologi. Media pembelajaran Augmented Reality (AR) tepat digunakan untuk model pembelajaran tertentu dan bermanfaat untuk memudahkan pemahaman peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan media pembelajaran AR materi peluang untuk meningkatkan aktivitas belajar pada model pembelajaran MMP. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development (R amp D)) yang melibatkan beberapa tahapan pengembangan yaitu tahap Analysis Design Development Implementation dan Evaluation. Media pembelajaran AR materi peluang yang dikembangkan dirancang untuk memperkaya pengalaman belajar dengan memberikan visualisasi konsep-konsep matematika secara interaktif dan menarik. Desain penelitian yang digunakan adalah Kuasi Eksperimen dengan pendekatan penelitian mix method (kuantitatif dan kualitatif). Subjek pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII.7 di SMPN 6 Malang dengan jumlah 29 peserta didik yang terdiri dari 14 peserta didik perempuan dan 15 peserta didik laki-laki. Objek yang diamati pada penelitian ini adalah aktivitas belajar peserta didik dan skor tes individu. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Teknik analisis data menggunakan 2 jenis yaitu kuantitatif dan kualitatif. Pada teknik analisis data kuantitatif terdapat analisis data hasil validasi hasil uji kepraktisan dan hasil uji efektivitas. Sedangkan pada teknik analisis data kualitatif terdapat analisis data hasil wawancara melalui 3 langkah yaitu reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari validasi ahli media dan ahli materi secara berturut-turut terhadap media pembelajaran AR materi peluang menunjukkan rata-rata skor 4 64 dan 4 45. Validasi terhadap perangkat ajar penunjang pembelajaran seperti modul ajar dan LKPD secara berturut-turut memperoleh rata-rata skor 4 64 dan 4 75. Sedangkan Hasil validasi terhadap instrumen pengumpulan data seperti lembar angket respons peserta didik dan pendidik serta lembar wawancara memperoleh rata-rata skor 4 62 dan 4 75. Hasil validasi terhadap soal tes individu dan lembar observasi aktivitas belajar secara berturut-turut menunjukkan rata-rata skor 4 85 dan 4 75. Jika rata-rata skor validasi maka dinyatakan ldquo sangat valid rdquo . Jika dinyatakan valid atau sangat valid maka dapat digunakan untuk penelitian dan diimplementasikan kepada peserta didik. Uji kepraktisan penggunaan media pembelajaran AR materi peluang oleh pendidik matematika kelas VIII.7 memperoleh hasil 80% sedangkan untuk peserta didik sebesar 90%. Berdasarkan perhitungan didapat persentase kepraktisan sebesar dan termasuk pada kategori ldquo Sangat Praktis rdquo . Hasil observasi aktivitas belajar pada penelitian pendahuluan menunjukkan rata-rata skor aktivitas belajar sebesar 55 dan berada pada kategori ldquo cukup rdquo . Setelah penerapan media pembelajaran AR materi peluang pada model pembelajaran MMP diperoleh rata-rata skor aktivitas belajar sebesar 88 dan termasuk pada kategori ldquo sangat aktif rdquo sehingga terdapat peningkatan rata-rata skor sebesar 33. Pada penelitian pendahuluan didapat data berupa persentase peserta didik yang mencapai KKM yaitu sebesar sedangkan pada penelitian utama diperoleh data berupa persentase peserta didik yang mencapai KKM yaitu sebesar . Hasil wawancara kepada salah satu peserta didik setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran MMP berbantuan media pembelajaran AR materi peluang adalah merasa senang karena dapat berdiskusi dengan teman kelompok melakukan percobaan dengan media pembelajaran AR dan mampu mengerjakan soal tes individu. Berdasarkan hasil uji validitas hasil uji kepraktisan hasil uji keefektifan dan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran AR materi peluang merupakan solusi inovatif yang dapat mendukung proses pembelajaran matematika khususnya pada model pembelajaran MMP. Media ini tidak hanya meningkatkan aktivitas belajar peserta didik tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik.