Disertasi
Mindfulness, coaching, complexity (MCC): suatu model pembelajaran untuk penguatan kompetensi global dan keberlanjutan / Nur Hanifah
Abstrak
Pendidikan abad ke-21 menuntut siswa memiliki kompetensi yang mencakup aspek kognitif sosial budaya dan ekologis. Kompetensi global dan keberlanjutan membekali siswa memahami keragaman perspektif menelaah isu lintas batas berkomunikasi secara etis dan bertindak bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. Cagar Biosfer UNESCO Karimunjawa Jepara Muria menjadi kawasan strategis untuk mengintegrasikan pendidikan konservasi dan pembangunan berkelanjutan. Namun capaian siswa di wilayah ini masih dalam kategori rendah-sedang dalam metakognisi keterampilan sosial emosional penalaran sosiosaintifik pengambilan keputusan sosiosaintifik aksi lingkungan dan global citizenship yang merupakan representasi kompetensi global dan keberlanjutan. Dari uraian tersebut dapat dilihat adanya kebutuhan mendasar untuk mengembangkan sumber daya manusia yang memiliki visi ke depan dalam mengelola memanfaatkan dan mengembangkan sumber daya alam serta ekosistem Cagar Biosfer UNESCO Karimunjawa Jepara Muria secara berkelanjutan. Siswa diharapkan mampu memahami permasalahan lingkungan lokal dan mampu mengaitkannya dengan tantangan global sebagai wujud kontribusi aktif terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu diperlukan model pembelajaran yang mampu secara efektif mengembangkan dimensi kognitif dan sosial emosional secara holistik untuk dapat memberdayakan metakognisi keterampilan sosial emosional penalaran sosiosaintifik pengambilan keputusan sosiosaintifik aksi lingkungan dan global citizenship yang akan memperkuat kompetensi global siswa dan menjadikan mereka sebagai warga dunia yang bertanggung jawab terhadap keberlanjutan. Dalam upaya mewujudkan model pembelajaran yang holistik tersebut mindfulness sebagai salah satu proses yang potensial untuk mengembangkan metakognisi dan keterampilan sosial emosional mengembangkan kesadaran diri dan memperkuat kapasitas siswa dalam menghadapi isu keberlanjutan dengan pemikiran terbuka kesadaran penuh dan reflektif. Coaching juga menjadi praktik strategis yang dapat diterapkan dalam proses pendidikan untuk mengembangkan kapasitas metakognisi regulasi diri penalaran pengambilan keputusan serta potensi siswa sebagai agen perubahan di kawasan Cagar Biosfer. Untuk mewujudkan pembelajaran yang mampu merespons dinamika sosial ekologis kawasan Cagar Biosfer secara utuh diperlukan pendekatan complexity yang memandang proses belajar sebagai sistem yang saling terhubung adaptif dan berkembang. Kolaborasi Mindfulness Coaching Complexity (MCC) diejawantahkan menjadi model pembelajaran yang ditargetkan dapat menguatkan kompetensi global dan keberlanjutan yang difokuskan pada metakognisi keterampilan sosial emosional penalaran sosiosaintifik pengambilan keputusan sosiosaintifik aksi lingkungan dan global citizenship siswa di Kawasan Cagar Biosfer UNESCO. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan model pembelajaran MCC yang valid praktis dan efektif untuk penguatan kompetensi global dan keberlanjutan yang meliputi metakognisi keterampilan sosial emosional penalaran sosiosaintifik pengambilan keputusan sosiosaintifik aksi lingkungan dan global citizenship. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan ADDIE. Model pengembangan ADDIE terdiri dari lima tahapan yang saling berkaitan. Tahap pertama Analyze dilakukan dengan menganalisis kebutuhan secara komprehensif untuk mengidentifikasi kesenjangan dan tantangan yang ada di lapangan. Tahap kedua Design berfokus pada penyusunan rancangan Model Pembelajaran MCC termasuk pengembangan modul ajar dan instrumen pengukuran. Tahap ketiga Develop mencakup proses validasi terhadap produk yang telah dirancang serta pelaksanaan uji coba untuk memastikan kelayakan dan kualitasnya. Tahap keempat Implement digunakan untuk menguji keefektifan model melalui pendekatan penelitian kuasi-eksperimen. Terakhir tahap Evaluate diterapkan secara terintegrasi di seluruh proses ADDIE yang mencakup penentuan kriteria evaluasi serta pengujian hipotesis untuk menjamin perbaikan berkelanjutan dan kesesuaian dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut (1) Model pembelajaran MCC dinyatakan sangat valid modul ajar dinyatakan sangat valid dan instrumen penilaian metakognisi keterampilan sosial emosional penalaran sosiosaintifik pengambilan keputusan sosiosaintifik aksi lingkungan dan global citizenship dinyatakan sangat valid. (2) Model pembelajaran MCC dinyatakan praktis dengan kriteria seluruh tahapan terlaksana dan respon siswa sangat positif. (3) Model pembelajaran MCC memiliki tingkat keefektifan sedang dalam meningkatkan metakognisi keterampilan sosial emosional aksi lingkungan dan global citizenship. Model pembelajaran MCC memiliki tingkat keefektifan tinggi untuk meningkatkan penalaran dan pengambilan keputusan sosiosaintifik. Model pembelajaran MCC secara signifikan meningkatkan metakognisi keterampilan sosial emosional penalaran sosiosaintifik pengambilan keputusan sosiosaintifik aksi lingkungan dan global citizenship siswa dibandingkan dengan model pembelajaran BBL dan pembelajaran reguler. Penggunaan model pembelajaran MCC berkorelasi kuat dengan metakognisi keterampilan sosial emosional penalaran sosiosaintifik pengambilan keputusan sosiosaintifik aksi lingkungan dan global citizenship. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran MCC yang dikembangkan dinyatakan valid praktis efektif dalam menguatkan kompetensi global dan keberlanjutan yang meliputi meningkatkan metakognisi keterampilan sosial emosional penalaran sosiosaintifik pengambilan keputusan sosiosaintifik aksi lingkungan dan global citizenship.